Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

[Otobiografi Usman] Tentang Julia

Gambar
Gayung pun bersambut. Aku tidak bertepuk sebelah tangan. Respons positifnya cukup menggetarkan seisi dada. Itulah momentum paling indah semasa akhir SMP. Cinta memang belum terkatakan. Aku belum punya cukup keberanian. Jejaknya berupa goresan spidol “I love you” di punggung baju sekolahku adalah isyarat cinta walau mungkin hanya emosi sesaat.   Sayangnya sensasi itu berlangsung singkat karena kami kemudian berpisah, lulus dan melanjutkan pendidikan ke sekolah yang berbeda. Aku masuk Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) dan dia masuk Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga Negeri (SMKK), sama-sama di Tangerang. Sekian bulan berlalu, aku masih terkesan terhadap dirinya. Rasa kangen mendorongku untuk menulis surat. Kutulis surat, kukirim melalui kantor pos. Sampai atau tidak ke tangannya, entahlah, karena tak ada balasan. Belum ada keberanianku untuk datang ke rumahnya. Nyaliku masih kecil karena daya dukung tak memadai. Aku pun fokus pada kesibukan lain ketimbang sakadar urus...