Postingan

[otobiografi] Buku Yang Nyaris Terbakar

  Usai libur awal puasa, Senin masuk. Rabu pagi (23/2/2026), begitu tiba di sekolah semua guru dikejutkan oleh bau gosong menyengat napas. Aku dan yang lainnya diminta tidak menyiarkannya di media sosial. Sebenarnya tidak diminta pun aku paham bahwa itu tidak perlu dipublikasi. Lagi pula aku tidak tertarik memvideokannya. Semua orang bertanya-tanya, apa gerangan penyebabnya? Ternyata ruang BK terbakar. Kara satpam yang berjaga pukul tiga lampu masih menyala. Mungkin baru diketahui pukul enam. Berarti di antara waktu itulah kejadiannya. Aku penasaran sehingga kemudian mencoba masuk. Ternyata bau menyengat bikin sesak napas itu bersumber dari ruanga BK. Ruang berukuran 2,5 x 4 meter itu gosong dan pengap. Hawanya panas. Kabel-kabel hangus. Benda-benda berbahan kertas di rak kecil terbakar. Demikian juga dengan kipas angin yang diduga sebagai sumber pertama api. Ruangan kecil itu gelap, panas, dan pengap. Masih ada bara di situ. Insiden itu tidak boleh disiarkan. Cukuplah kalangan i...

[otobiografi] Menjemput Kekasih ke Bima (Part 2)

  Dalam kondisi nyaris pesimis karena belum mendapat isyarat lampu hijau dari Mak Badnah. Sesuai saran Ibu Fadilah, teman guru, kuserahkan sebuah cincin emas dua puluh dua karat seberat tiga gram yang kubeli di Pasar Anyar Tangerang sehari sebelum keberangkatan. Nominalnya relatif kecil. Itu aku maksudkan sebagai tanda keseriusanku. Kalaupun kemudian tidak jadi menikah tekornya tidak terlalu banyak. “Bagaimana kalau gak jadi?” tanya Nuraeni saat memegang pemberianku.    “Buat kenang-kenangan saja!” balasku ringan. Nuraeni senang banget menerimanya. Cincin itu langsung dipakainya. Kukira dia senang bukan karena cincinnya melainkan lebih karena kesungguhanku. Pukul 15.00, sudah sore. Aku belum mendapat jawaban positif dari Mak Badnah. Nanti malam aku tidur dimana yah?   Tak mungkin aku menginap di rumah Nuraeni, apalagi Mak Badnah belum bersedia menerimaku. Aku mulai panik. Kemana aku harus pergi, selain pulang. Kucoba kirim SMS kepada Haji Abdul Hamid di Nton...

[otobiografi] Menjemput Kekasih ke Bima, Part 1

  Drama yang teramat menyakitkan berlangsung sekitar enam bulan, yakni proses cerai. Betapa tidak, gol kemenangan diraih oleh istriku yang menginginkan berpisah demi lelaki yang diperjuangkannya dalam kurun hampir dua tahun. Sidang pengadilan agama Tigaraksa mengabulkan gugatannya dengan alibi “tidak cinta” sementara itu anak kami sudah tiga. Dana sepuluh juta, empat jutanya dari rekeningku, menjadi senjata makan tuan bagiku. Tidak aku ragukan bahwa dana tersebut sebagai pelicin dan masuk ke saku oknum petugas. Pengajuan banding aku batalkan, karena saksi mata menyatakan di masa banding itu dia semobil dengan   seorang lelaki yang diperjuangkannya . Selanjutnya, dengan berat hati aku tandatanganilah lembar kesepakatan cerai. Selesai masa iddah mereka menikah. Menyaksikan fotonya di ponsel, kembali berdarahlah hatiku. Sejak awal tekanan darah berkali-kali memuncak dan luka pada syaraf kepala berdenyut perih, seperti tusukan jarum bertempo lambat dan kadang cepat. Tentang se...

[Diari] Teman Minta Tf

Gambar
  Senin (12/1/2026), karena ada rencana mungkin relokasi atau mungkin renovasi bangunan sekolah, KBM mulai diberlakukan dua shift, kelas XI dan XII masuk pagi dan kelas X masuk siang. Sekira pulul enam aku hendak berangkat, tapi hujan lumayan deras sejak malam hari. Aku bersiap mengenakan mantel. Sebuah pesan masuk (japri) dari seorang teman kuliah bernama Yoyon Ahyani “Ada saldo di rekening? Bisa pinjam dulu nanti siang diganti.” Aku kenakanlah mantel dan siap berangkat. Aku pikir-pikir sesaat, lalu membalas dengan bahasa Sunda, “Ada, berapa. Sini nomor rekeningnya,“ Dia langsung membalas, dua juta, dan nomor rekeningnya atas nama Yoyon Ahyani di Bank Danamon dengan nomor rekening 890700133539406. Aku beri tahu bahwa saldoku ada 2,3 juta. “Kirim ke sini,” katanya, lalu dia kirim lagi lagi, “Pinjam 2 juta saja nanti siang ditransfer gantinya.” Maksudku aku tidak punya uang banyak, cuma segitu. Sebenarnya uang itu akan masih kurang untuk berbayar. Aku akan membayar ongkos me...