Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

[otobiografi] Menjemput Kekasih ke Bima, Part 1

  Drama yang teramat menyakitkan berlangsung sekitar enam bulan, yakni proses cerai. Betapa tidak, gol kemenangan diraih oleh istriku yang menginginkan berpisah demi lelaki yang diperjuangkannya dalam kurun hampir dua tahun. Sidang pengadilan agama Tigaraksa mengabulkan gugatannya dengan alibi “tidak cinta” sementara itu anak kami sudah tiga. Dana sepuluh juta, empat jutanya dari rekeningku, menjadi senjata makan tuan bagiku. Tidak aku ragukan bahwa dana tersebut sebagai pelicin dan masuk ke saku oknum petugas. Pengajuan banding aku batalkan, karena saksi mata menyatakan di masa banding itu dia semobil dengan   seorang lelaki yang diperjuangkannya . Selanjutnya, dengan berat hati aku tandatanganilah lembar kesepakatan cerai. Selesai masa iddah mereka menikah. Menyaksikan fotonya di ponsel, kembali berdarahlah hatiku. Sejak awal tekanan darah berkali-kali memuncak dan luka pada syaraf kepala berdenyut perih, seperti tusukan jarum bertempo lambat dan kadang cepat. Tentang se...