Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

[CERPEN] SAKSI NIKAH

Gambar
  Usman Hermawan Begitu turun dari sepeda motor seketika kata-kata tak etis meluncur deras dari mulut istrinya, Munarti. Kuding kaget. Tak puas hanya bicara, diambilnya bongkot bambu lalu dilemparnya dengan kuat. Kuding spontan mengelak. Jika tidak, bisa bocos kepalanya. Menyadari istrinya sedang kalap, Kuding meningkatkan kewaspadaan. Seketika itu pula istrinya mengacungkan golok. “Mampus, pergi!” “Mun...” Kuding panik. “Tidak ada kompromi. Sekarang juga kamu pergi. Jangan lagi kembali ke rumahku! Ini rumahku. Pergi kalau mau selamat!” “Ini apa masalahnya Mun?” “Halah, pura-pura kamu! Menyebalkan. Dasar suami tidak tahu diuntung. Pergi, golok nih!” Kuding bergegas kabur. Ini kali ketiga dia diusir dari rumah. Namun seberat apapun kesalahan istrinya tidak bakalan dia mengusirnya karena rumah dan lahannya milik mertuanya. Hampir tidak ada biaya yang dikeluarkan Kuding untuk membangunnya. Semula dia merasa bangga, juga ibunya, mendapat istri anak orang berada. Namun ...

[cerpen] Hati Yang Kembali

Gambar
  Oleh: Usman Hermawan Suradin belum dapat memberikan jawaban pasti atas permintaan Mak Badriah, ibunya. Dengan panjang lebar Mak Badriah   telah menyampaikan hal terkait perjodohannya dengan Nurma, gadis anak tetangganya. Mak Badriah mengharapkan gadis itu menjadi menantunya, yang berarti berbesanan dengan Umi Salimah, sahabat di masa kecilnya yang masih ada hubungan kekerabatan. Berarti juga berbesanan dengan orang berada, keluarga baik-baik, terpelajar dan terpandang di lingkungannya.   Suradin telah lulus kuliah dua tahun lalu dan kini menjadi guru di Madrasah Aliyah swasta, sedangkan Nurma baru beberapa bulan meraih gelar sarjana komunikasi di kampus ternama di Semarang. Menurut perhitungan Mak Badriah, jika Suradin berjodoh dengan Nurma akan banyak kebaikannya. Oleh karena itu ketika ibunda Nurma mengajak berbesanan Mak Badriah segera menanggapinya dengan sikap positif. Menyusul, Mak Badriah mimpi bertemu Haji Murad, ayahanda Nurma. Kata Haji Murad, perjodohan N...