Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

[Cerpen Usman Hermawan] Cinta Yang Tertahan: Jangan Tanya Kapan Kawin

Gambar
  Kata ibu aku terlahir prematur, hanya enam setengah bulan dalam kandungan. Bayi kecil yang berwujud gumpalan darah dan daging tak bersuara. Semula bidan mengira tak bernyawa, tapi ternyata hidup.   Para tetangga yang menyaksikan pesimis aku bisa jadi manusia. Di luar dugaan sedikit demi sedikit aku bertumbuh menjadi bayi yang kemudian tangisnya terdengar sampai radius belasan meter. Ibu tentu saja tak putus menyambung doa agar buah hatinya bisa hidup normal. Seiring waktu, teruslah aku bertumbuh. Nyatanya, kaki kiriku tidak sempurna, kurang bertenaga. Berjalanku agak pincang. Semasa aku kelas lima bapak merantau ke Korea Selatan dan bekerja sebagai buruh pabrik. Bapak merupakan orang pertama di desa kami yang bekerja di sana. Aku sepenuhnya dalam asuhan ibu. Memberikan kebebasan yang sebebas-bebasnya kukira merupakan cara ibu menyayangiku. Mungkin itu cara yang salah bagi sebagian orang, tapi tidak bagi ibu. Yang penting salatnya dijaga. Itu yang ibuku wanti-wanti kepada...

[Cerpen Usman Hermawan] Musala Haji Bakir

Gambar
      Secara tak terduga Marjudi hadir pada pengajian malam Jumat pekan keenam.   Sutarman, adik bungsunya senang pengajian rutin yang digagasnya mendapat dukungan. Sutraman memaklumi jika kakaknya itu sedang berusaha mendapatkan ketenangan diri. Yang diketahuinya Marjudi dalam keadaan ruwet karena usahanya berdagang pakaian mengalami kebangkrutan dengan menyisakan sejumlah utang. Konon hal itu imbas dari menjamurnya bisnis online . “Swalayan yang segitu besarnya saja sampai bangkrut, apalagi ini cuma kios pasar,” kilah Marjudi di depan Sutarman suatu ketika, seolah tidak mau disalahkan.     Sementara itu, pengeluaran keuangan keluarganya cenderung naik. Dua anaknya yang masih kuliah membutuhkan biaya tidak sedikit. Marjudi nyaris oleng, berbeda sekali ketika usahanya sedang berjaya. Dia kerap berbolak-balik belanja dagangan ke Pasar Tanah Abang. “Berjualan pakaian tidak ada ruginya.” Marjudi sangat percaya diri meskipun usahanya dibesarkan dengan mod...