Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

[otobiografi] Buku Yang Nyaris Terbakar

Gambar
  Usai libur awal puasa, Senin masuk. Rabu pagi (23/2/2026), begitu tiba di sekolah semua guru dikejutkan oleh bau gosong menyengat napas. Aku dan yang lainnya diminta tidak menyiarkannya di media sosial. Sebenarnya tidak diminta pun aku paham bahwa itu tidak perlu dipublikasi. Lagi pula aku tidak tertarik memvideokannya. Semua orang bertanya-tanya, apa gerangan penyebabnya? Ternyata ruang BK terbakar. Kara satpam yang berjaga pukul tiga lampu masih menyala. Mungkin baru diketahui pukul enam. Berarti di antara waktu itulah kejadiannya. Aku penasaran sehingga kemudian mencoba masuk. Ternyata bau menyengat bikin sesak napas itu bersumber dari ruanga BK. Ruang berukuran 2,5 x 4 meter itu gosong dan pengap. Hawanya panas. Kabel-kabel hangus. Benda-benda berbahan kertas di rak kecil terbakar. Demikian juga dengan kipas angin yang diduga sebagai sumber pertama api. Ruangan kecil itu gelap, panas, dan pengap. Masih ada bara di situ. Insiden itu tidak boleh disiarkan. Cukuplah kalangan i...

[otobiografi] Menjemput Kekasih ke Bima (Part 2)

Gambar
  Dalam kondisi nyaris pesimis karena belum mendapat isyarat lampu hijau dari Mak Badnah. Sesuai saran Ibu Fadilah, teman guru, kuserahkan sebuah cincin emas dua puluh dua karat seberat tiga gram yang kubeli di Pasar Anyar Tangerang sehari sebelum keberangkatan. Nominalnya relatif kecil. Itu aku maksudkan sebagai tanda keseriusanku. Kalaupun kemudian tidak jadi menikah tekornya tidak terlalu banyak. “Bagaimana kalau gak jadi?” tanya Nuraeni saat memegang pemberianku.    “Buat kenang-kenangan saja!” balasku ringan. Nuraeni senang banget menerimanya. Cincin itu langsung dipakainya. Kukira dia senang bukan karena cincinnya melainkan lebih karena kesungguhanku. Pukul 15.00, sudah sore. Aku belum mendapat jawaban positif dari Mak Badnah. Nanti malam aku tidur dimana yah?   Tak mungkin aku menginap di rumah Nuraeni, apalagi Mak Badnah belum bersedia menerimaku. Aku mulai panik. Kemana aku harus pergi, selain pulang. Kucoba kirim SMS kepada Haji Abdul Hamid di Nton...