[Catatan Perjalanan] Mengantar Anak Seleksi SPPI
Tahulah aku kemudian bahwa yang diikuti anakku Bilqis Logika Perspektif
Sains adalah seleksi Program Sarjana Penggerak Pembangunan Iindonesia (SPPI)
batch 3. Seperti yang termuat di google bahwa itu program pemerintah untuk
mencetak sarjana yang siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, tujuannya
untuk meningkatkan kualitas SDM dan distribusi makanan bergizi di Indonesia.
Mendaftarnya pun hanya melalui situs resmi SPPI.
Proses seleksi gratis, jadwalnya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti
perkembangan situasi. Jika lolos peserta akan diangkat
menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), ditempatkan di Badan Gizi Nasional (BGN)
lokasinya di seluruh wilayah Indonesia, khususnya wilayah terluar, terpencil,
dan tertinggal (3T). Tugasnya memastikan ketersediaan gizi anak-anak melalui
progam makan bergizi gratis. Ada pun jabatannya sebagai Kepala Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG). Informasi itu aku dapati belakangan.
Untuk provinsi Banten lokasi
seleksinya di wilayah Serang. Jarak dari rumahku antara 60 sampai 67 KM. Doaku,
semoga anakku lulus tuntas, sampai mendapat NIP. Amin.
1. 1. Menuju
Kampus Untirta Kampus Sindangsari
Anakku, Bilqis dengan gelar SKM (Sarjana Kesehatan
Masyarakat), perlu diantar ke Serang untuk mengikuti tes. Kukira CPNS atau
PPPK, katanya untuk formasi ilmu gizi. Jadwalnya dua hari, Sabtu pukul 09.00
dan Senin pukul 07.00.Kupikir harus kuantar dengan mobil. Aku siap, kebetulan
Sabtu libur. Kasihan kalau berangkat sendiri. Ternyata kemudian dibatalkan,
katanya psikotesnya di rumah secara daring.
Sementara itu untuk hari Senin (3/3/2025) aku
kalkulasi waktu karena harus absen daring di sekolah pukul delapan. Puasa
memasuki hari ke-3, setelah makan sahur, pukul 03.45 berangkatlah kami dengan
mobil. Keluar dari gerbang perumahan
Dasana mampir sebentar di Alfamart mengisi kartu e-tol khawatir tidak cukup,
ternyata saldonya ada 140k, tambahlah 100k. Aku baru menyadari, baju dinas
tertinggal di rumah. Sengaja aku memakai baju bebas dengan celana dinas.
Rencana aku akan salin jika sudah tiba di sekolah. Padahal sudah kusiapkan dan
aku sempat mencari kantong dan belum ketemu. Ternyata aku lupa membawanya.
Jalan raya masih lengang. Masuklah di pintu tol
Karawaci Barat. Banyak truk di jalan tol arah Merak. Azan subuh berlalu sekira
lima menit. Mobil menepi ke rest area Serang Timur. Kami salat subuh. Ada rasa
ingin BAB, di musala tak menemukan toilet. Untung masih bisa ditahan.
Perjalanan dilanjutkan. Keluar dari pintu tol Serang Timur kami mengarah ke
Untirta Pakupatan. Begitu hendak masuk gerbang kampus, di depan ada mobil yang
sepertinya salah alamat. Ternyata kami pun sama. Aku bertanya kepada petugas
satpam. Dia mengarahkan dengan google maps di HP Bilqis. Tempat tesnya di area
gedung baru, di Sindangsari. Kuikuti
petunjuk google maps. Setelah melalui rute yang umayan jauh ketemulah dan masuklah
ke area kampus. Ada banyak paserta yang sudah tiba, berseragam putih hitam.
Pukul 06 lewat sedikit.
Setelah Bilqis turun aku segera tancap gas
meninggalkan area kampus. Untuk menghindari salah belok aku memasang google maps menuju jalan Bhayangkara. Setelah
ketemu, google maps aku matikan. Perjalanan maju terus tanpa ragu hingga masuk
tol. Aku berharap bisa absen daring tak lewat dari pukul delapan. Rencana aku
akan keluar top di Bitung untuk terus lewat Jakate. Setelah pintu pembayaran
Cikupa aku sangat tahu akan ada keluar Bitung. Begitu ada plang di sisi kiri
aku berupaya membaca tapi tak terbaca karena silau. Seketika aku ragu, apakah
benar itu arah keluar Bitung. Mobil terus melaju. Aku ragu sehingga tak belok
kiri. Begitu lewat baru aku yakin bahwa itu arah keluar Bitung dan Jatake.
Bablas! Pilihannya kemudian adalah keluar pintu Karawaci.
Di dekat Rumah Sakit Siloam kendaraan padat merayap,
bahkan mobil berhenti. Macet. Saat itu pukul tujuh lewat sedikit. Kupikir ada
waktu sekira satu jam untuk sampai ke SMAN 15. Namun sayang, akibat macet
banyak waktu terbuang. Kekuar dari pintu tol Karawaci Timur lalulintas lancar.
Kemacetan kembali terjadi mulai lewat dari kawasan Palem Semi sampai perempatan
lampu merah Karawaci. Cukup jauh.
Selanjutnya lalulintas ramai lancar sampai lampu merah pos. Perjalanan
merayap santai akibat banyaknya kendaraan. Tiba di SMAN 15 Tangerang dan absen daring
dalam mobil. Pada aplikasi tertera pukul 08.45. Terlambat 45 menit. Khusus pada
bulan Ramadan jadwalnya pukul 08.00-15.00.
Aku langsung ke ruang guru. Hanya ada satu orang
rekan, sedang mengetik di laptop. Padahal rencana semula aku hanya akan absen
daring lalu pulang dan akan kembali saat jam absen sore. Namun karena tanggung,
maka aku memutuskan untuk tetap di sekolah. Aku pun mengerjakan ketikan naskah ini.
Tak berapa lama kemudian Bilqis mengabarkan bahwa
tesnya sudah selesai. Begitu cepatnya. Katanya waktunya dibatasi, 10 soal
waktunya 5 menit. Akupun jengah, oh cuma segitu. Sejak dari rumah sudah aku
bicarakan bahwa nanti Bilqis pulang naik ojek saja ke terminal Pakupatan untuk
naik bus yang lewat ke Kebon Nanas,Tangerang. Di sisi kiri gerbang kampus
Untirta ada pos ojek Grab.
Sekira setengah tiga (14.30) aku tanya Bilqis sampai
mana? Ternyata sudah tiba di rumah. Katanya, ongkos ojek dari Sindangsari ke
Pakupatan empat puluh ribu. Selanjutnya naik minibus Trans ke Lippo Karawaci
ongkosnya tiga puluh ribu, ke rumah naik ojek dua puluh ribu. Alhamdulillah
selamat.
Informasinya dadakan. Seleksi berikutnya
dilaksanakan Sabtu (8/3/2025) di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Convention Hall (Kampus 2) Jalan Syech
Nawawi Al-Bantani. Di google maps
rute selain tol 67 km. Pukul 07.00 kegiatan dimulai. Tak ada pilihan kecuali
aku harus mengantarnya dengan mobil.
Kami berangkat kurang dari pulul 05.00. Saat
perjalanan mencapai separuh jalan tol kepalaku terasa kurang nyaman. Mobil
kuarahkan ke rest area pertama, berhenti sesaat, aku menggerak-gerakkan kepala lalu
jalan lagi. Google maps sangat
membantu untuk menemukan lokasi. Tiba di lokasi sekira pukul tujuh. Para
peserta datang sepeda motor dan mobil, kendaraan memenuhi area parkir yang
luas. Para peserta diberi berkumpul di halaman depan gedung, selanjutnya
memasuki ruangan di lantai dua untuk mengerjakan soal-soal tes. Para pengantar
menunggu di lantai bawah. Tampak juga panitia berseragam TNI mengatur jalannya
kegiatan.
Orang segitu banyaknya tak ada yang aku kenal, tak
ada kawan berbincang. Kebetulan Sabtu libur jadi aku putuskan untuk menunggu
sampai selesai. Dalam kondisi mengantuk aku letakkan muka di meja berganjal
tangan, terjadilah on off, tidur dan terbangun. Tak ada informasi yang jelas kukira
sebentar. Proses menunggu memang bikin jemu. Untuk mengurangi kejemuan aku ke
mobil untuk rebahan. Cuaca mendung, hawa dalam mobil tak begitu panas. Pintu
dibuka, angin semilir masuk. Waktu terus berjalan, kukira sebentar lagi,
ternyata makin sore. Untuk menghindari keluar macet aku memindahkan mobil
hingga dekat dengan gerbang keluar. Begitu Bilqis selesai langsung keluar
sesuai dengan arahanku melalui WA. Kami pulang melalui rute kebarangkatan, dari
Jalan Syech Nawawi, perempatan lampu merah belok kiri terus saja, belok kanan
ke Jalan Bhayangkara, lanjut masuk gerbang tol Serang Timur. Beberapa menit di
jalan tol masuklah magrib. Membatalkan puasa dengan sisa air minum. Tiba di
rumah pukul 19.15.
3. 3. Perjalanan ke Rumah Sakit Kencana
Sesuai dengan info yang di sampaikan hari Sabtu lalu
aku mengecek alamat di google maps.
Terbayanglah lokasinya, lebih dekat dan mudah dijangkau, di jalan Jendral Ahmad
Yani, Senin (10/3/2025), Aku harus tiba di sekolah sebelum pukul delapan. Oleh
karena itu kami harus berangkat lebih pagi. Berangkatlah sekira pukul 04.00.
Kami mampir di Alfamart untuk mengisi e-tol. Selanjutnya meluncur masuk di
pintu Karawaci Barat. Seperti biasa pagi itu pun banyak truk ke arah Merak.
Salat subuh di rest area pertama, setelah itu
meluncur keluar pintu tol Serang Timur hingga sampailah di tujuan pukul 05.55.
Setelah Bilqis turun tak lama aku star melalui pintu tol Serang Timur, keluar
pintu Bitung arah Cimone. Macet. Untung tak berlangsung lama dan panjang
sehingga bisa tiba di SMAN 15 Tangerang pukul 07.21.
Pukul 12.30 Bilqis mengabarkan bahwa cek fisiknya
selesai. Selanjutnya, pukul 12. 53 Bilqis sedang dalam perjalanan di minibus
travel dalam perjalanan pulang. Pukul 14.30 tiba di rumah.
Apa saja yang dicek? Kata Bilqis, yang langsung
keliatan hasilnya adalah periksa THT,
gigi, mulut, tensi, tinggi badan, berat badan. Sedangkan yang lainnya cek darah,
urin, jantung, paru,varises, dan seluruh badan, sampai diperiksa benjolan di
payudara, juga periksa lubang anus. Pemeriksaan berlangsung massal. Sepuluh
orang dalam posisi nungging atau sujud. Katanya, kalau terhadap dokter tidak
malu, yang malu justru terhadap sesama peserta.
Hasilnya tidak beri tahu. Untuk pemeriksaan tersebut
para peserta harus puasa sejak pukul sembilan malam. Berarti mereka tidak makan
sahur. Untung puasa ramadannya tercapai sampai magrib.
4.
4. Perjalanan Menuju Makorem
064/Maulana Yusuf
Selasa dini hari (18/3/2025), hujan deras sejak isya
menyisakan gerimis dan jalan becek. Aku harus mengantar anakku, Bilqis ke
Serang untuk mengikuti seleksi SPPI tahap ke-5 di Makorem 064/Maulana Yusuf. Kali
ini materinya seputar bela negara.
Dana yang ada cuma seratus lima puluh ribu, mengkhawatirkan
untuk beli bensin dan biaya tol. Star dari rumah pukul 04.00. Anakku, Bilqis,
mengambil uang di ATM aku pinjam dua ratus ribu. Parkirlah di Alfa Midi. Aku
suruh anakku menambah isi e-money. Aku tetap di mobil. Beberapa menit kemudian
dia kembali dan naik. Katanya, gak bisa, sedang ada gangguan. Aku kaget. Nanti
pulangnya bagaimana? Aku tak ingat saldonya, tapi untuk perjalanan pergi kukira
cukup. Aku khawatirkan, jika harus mengisi e-money di Serang pagi-pagi kukira
sulit. Aku tak ingat padahal di rest area juga ada. Kekhawatiranku reda setelah Bilqis berhasil
mengisinya melalui m-banking di HP-nya.
Memasuki jalan tol. Beberapa truk dan kontener
memenuhi jalan. Lampu mobil tak mampu membuat jalan menjadi terang benderang.
Sinar lampu dari arah berlawanan menyilaukan pandanganku. Tak begitu nyaman
berkendara dalam situasi seperti itu. Namun tak ada pilihan kecuali tetap
tancap gas.
Saat masuk waktu subuh posisi masih tanggung, aku
memilih salat subuh di rest area kedua. Pukul lima lewat setengah jam. Selesai
salat kembali melaju dan mengisi bensin pertamax karena belum punya barkode untuk mengisi bensin
bersubsidi, pertalite.
Sesuai arahan google
maps, lampu merah belok kanan, tibalah, pukul 06.00. Sejumlah mobil
terparkir, tampak pula beberapa peserta yang belum lama tiba.
Turunlah Bilqis. Aku harus segera pergi menuju
sekolah agar tak telat absen daring. Lalulintas di jalan tol lancar. Begitu
keluar pintu Bitung jalannya tersendat, arah Cimone macet. Pukul tujuh
lalulintas ramai lancar. Tiba di SMAN 15 Tangerang pukul tujuh seperempat. Untuk
bulan Ramadan, absen maksimal pukul delapan.
5.
5. Kembali ke Makorem 064/Maulana
Yusuf Persiapan ke Pempat Pelatihan
Kabar
bahwa Bilqis lulus seleksi aku terima pada pada Minggu (29/3/2025); pukul 08.25,
dilanjutkan dengan pemberitahuan untuk
kegiatan selanjutnya. Ada juga pemberitahuan dari grup mereka agar
pengumumannya tidak dipublikasi di media sosial. Katanya, tim IT akan
menggugurkannya secara sepihak jika ketahuan.
Libur idulfitri selesai. Rabu, sekolah mulai masuk. Seluruh siswa berhalal bihalal dengan guru. Kamis, hari pertama ujian kelas XII. Aku pun ada jadwal mengawas. Jumat (11/4/2025) tidak ada jadwal mengawas, tapi harus absen daring di sekolah. Hari itulah Bilqis harus kembali ke Serang. Pukul empat kurang aku bangun dan segera mandi agar bisa segera berangkat. Pukul empat setelah memarkir mobil aku siap star. Ternyata Bilqis tidak bisa cepat. Aku menunggu lebih dari setengah jam. Kutahan kesabaran untuk tidak memarahinya. Semalam aku begadang karena terjadi gangguan pada laptopku untuk mencetak surat perjanjian yang harus dibubuhi meterai dan ditandatangani Bilqis. Sementara itu Bilqis menyiapkan semua perlengkapannya untuk dimasukkan ke koper.
Kartu
e-tol telah terisi kemarin sehingga kami tidak perlu mampir di Alfa Midi untuk
mengisinya. Perjalanan jadi lebih cepat.Pukul lima lewat kami salat subuh di
rest area pertama, KM 43. Bensin masih cukup. Usai salat subuh kami langsung
tancap. Tiba di lokasi, yakni Makorem 064/Maulana, Serang, Yusuf pukul 06.06.
Seperti
yang aku ketahui dari surat perjanjian bahwa peserta yang katanya berjumlah 600
orang akan diantar ke tempat pelatihan. Mereka akan menjalani pelatihan
terhitung dari 14 Maret sampai dengan 14 Juli 2025, tiga bulan. Total uang saku
tiga juta rupiah.
Jumat
malam itu aku coba mengecek keberadaan Bilqis, kukira telah berada di lokasi
pelatihan, ternyata masih berada dalam bus perjalanan menuju lokasi. Pukul
00.46 Bilqis mengirim peta lokasi, ternyata di Satuan Latihan Brimob Polri,
Kabupaten Bogor. Dalam google maps itu
berada di sekitar Cimanggis/Cileungsi. Setelah itu tak ada lagi kabar. Mungkin
HP-nya wajib dinonaktifkan. Dalam masa pelatihan itu materinya seputar Latihan Dasar
Kemiliteran dan Keterampilan Manajerial.
Tanggal kepulangannya ternyata dipercepat jadi tanggal 12 Juli, Sabtu. Dikirimnya foto bagai tentara, berseragam loreng, topi baret, sepatu tentara, dan memegang senjata. Kukira itu sekadar untuk kenang-kenangan dan merayakan kelulusan. Sebenarnya aku sudah siap jika diperlukan untuk menjemput namun kemudian dijemput oleh keluarga lain. Dengan begitu aku tidak harus pergi.[]

Komentar
Posting Komentar