[esai] Tentang Naskah Drama "Pergaulan Gado-Gado"
Ibu dan bapaknya
bangga punya anak bernama Kartimun. Setiap hari Kartimun berangkat, ngakunya mau
sekolah. Ternyata sering tidak sampai. Begitu teman-temannya untuk mengajak
sekolah, tahulah ibu dan bapaknya. Sadarlah bahwa anaknya membolos. Kemanakah
Kartimun pergi? Tak ada yang tahu, sampai akhirnya petugas polisi datang untuk
menangkap Kartimun. Kartimun terlibat urusan narkoba. Pergaulan gado-gado
menyeretnya pada tindakan tidak terpuji itu. Tak ada ampun, polisi pun
membawanya. Ibu dan bapaknya meradang.
Diksi-diksi yang gokil menjadikan naskah tersebut pantas disebut naskas komedi. Kira-kira begitu bagi para pemakainya. Pertunjukan pun disukai penonton siswa. Naskah tersebut dimainkan pertama kali oleh teater SMAN 15 Tangerang pada April 2017. Pementasannya dalam rangka hari Kartini. Makanya tokohnya saya beri nama Kartimun. Saya menyusunnya sampai puyeng. Wajar kalau hasilnya lumayan menarik. Disebut-sebut ada guru olahraga bernama Pak Lasiran, pelesetan dari Pak Lasiman guru olahraga rekan kami.
Siswa ketua teater, saat itu Dasya, kemudian mengunggahnya di blog pribadinya. Namun tanpa menuliskan nama saya sebagai penulisnya. Komentar dan minta bagi pun terjadi. Seorang rekan guru dari sekolah lain berkomentar baik. Saya senang. Katanya, anak saya pun yang sedang di pesantren mementaskan naskah itu.
Dari pengalaman saya menangani teater sekolah, tidak mudah untuk mendapatkan naskah drama yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa serta momentum. Sedangkan saya sendiri tidak mahir menulis naskah. Naskah yang dibutuhkan siswa untuk momen pentas seni tahunan, dalam rangka hari Kartini, atau Sumpah Pemuda mungkin, adalah naskah ringan dan lucu. Nah, naskah yang saya tulis rupanya cocok dengan kemauan para awak teater sekolah.
Sudahlah itu berlalu, tanpa saya lihat-lihat lagi naskah itu. Suatu malam, tepatnya malam Selasa 11 Februari 2019, berarti tiga tahun kemudian, anak saya Bilal (kelas 7, SMP) minta dibuatkan naskah buat film tentang persahabatan. Saya tidak menyanggupi karena susah. Spontan saya katakan kepada anak pertama, Alda, untuk mencari di google: naskah drama Pergaulan Gado-gado. Saya pun kemudian membukanya.
Ternyata, ada empat vidio youtube dan sejumlah judul teks. Begitu dicek, baik di youtube maupun di teks semua isinya sama. Semua tidak ada nama penulis (saya). Bahkan ada yang memakai nama orang lain. Yang di yuotube antara lain:
1.
https://www.youtube.com/watch?v=bsIRLNTz-XU Naskah : Siti Nur Janah Penyempurnaan naskah
: Jehar Intan B Pengarah Drama : 1. Siti Nur Janah...
3. https://www.youtube.com/watch?v=1EvBZFAn3rI Sanggar Teater Lalungkang Habang "Pergaulan
Gado-gado" SMA Negeri 12 Banjarmasin
Sedangkan yang di
blog:
Jun
2018 - Contoh Naskah Drama
Komedi Lucu "Pergaulan
Gado- Gado" ... NaskahDrama Komedi
- Kali ini admin postingkan contoh naskah drama ... https://id.scribd.com/document/368899871/pergaulan-gado-gado-doc
Naskah Drama Komedi. Pergaulan Gado-gado.
Karya : Ramadhani Fitra Pangest. Di sebuah desa Hiduplah sebuah keluarga yang
terdiri dari Seorang istri . https://id.scribd.com/document/356054604/Askah-Drama-Teater-Komedi
karya
dari seseorang yang sangat berjasa bagi saya yaitu Naskah Dialog Drama Komedi dengan ... Teater
15pas mempersembahkan: Pergaulan
Gado-gado. Tulisan
Sederhana: NASKAH DRAMA KOMEDI PALU adenricky22.blogspot.com/2016/09/naskah-drama-komedi-palu.html
7
Sep 2016 - NASKAH DRAMA KOMEDI PALU. SO ITU, JANGAN
NAMANGO .... Orang 2 : Terlibat pergaulan gado-gado….. Orang 4 : apa itu, Siapa yang ...Contoh
Naskah Drama Komedi Lucu Pergaulan Gado Gado - Babab.Net https://babab.net ›
2017/1
7.1 Jan 2017 - Naskah Drama Komedi Komedi satu babak PERGAULAN GADO GADO Para Pemain Isteri Suami Orang 1 Orang
2 Orang 3. Naskah Drama Teater Komedi Pergaulan Gado Gado | SITUS GOKIL
www.situsgokil.top/search/naskah-drama-teater-komedi-pergaulan-gado-gado
BERBAGI NASKAH TEATER DARI SMAN 15 TANGERANG PERGAULAN GADO-GADO • Mc & Narator : Desy PDA
PEMAIN • Ibu : Lorenta Putri (Glamour ...
Saya senang karya
saya dipakai banyak orang. Tapi agak kurang puas karena nama saya tidak
tercantum bahkan ada yang memakai nama pemilik blognya. Tentu saya tidak perlu berkomentar
di bawah teks mereka. Barangkali percuma. Bisa-bisa saya dianggap
mengaku-ngaku. Saya pun menyadari, itulah risiko karya dipublikasi di internet.
Setidaknya ini merupakan pembelajaran kecil, bahwa dalam menulis karya agar tidak lupa menuliskan nama. Seperti pengalam saya berkali-kali. Ketika siswa mendapat tugas sesuat dengan isi buku paket yakni mengarang cerpen. Dari tahun ke tahun selalu ada siswa yang melakukan plagiasi dengan cara mengganti nama penulis menjadi nama siswa yang bersangkutan. Bahkan tanpa memodifikasi sedikit pun kata-katanya. Hal itu dapat saya ketahui setelah dicek di google. Padahal sudah diwanti-wanti agar tidak melakukan kecurangan itu. []
Penulis: Usman
Hermawan, bekas orang ganteng
Komentar
Posting Komentar