Puisi Akrostik kelas XI.1 (TP 2026/2027)
Negeriku
Harapanku
Aaqilah
Fakhrun Nisa
Aku bangga menjadi
bagian dari Indonesia.
Alam yang indah
adalah anugerah yang harus dijaga.
Qalbu ini selalu
berharap negeri ini semakin maju.
Inginku sederhana,
bisa berguna untuk bangsa.
Langkah kecil hari
ini akan berarti di masa depan.
Aku ingin belajar
dengan sungguh-sungguh.
Harapan itu selalu
menguatkanku setiap hari.
Fokus mengejar
cita-cita demi masa depan.
Agar kelak dapat
membalas jasa orang tua dan negeri.
Kita harus saling
menghargai meski berbeda.
Hidup rukun membuat
Indonesia semakin kuat.
Rasa persatuan
harus terus dijaga.
Untuk itu, semua
orang punya peran.
Negeri ini akan
semakin baik jika kita peduli.
Niat baik dimulai
dari diri sendiri.
Indonesia
membutuhkan generasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Semoga semangat
mencintai tanah air tidak
pernah pudar.
Aku percaya
Indonesia akan terus maju bersama kita.
Aaqilah Fakhrun
Nisa, kelas XI.1, kelahiranTangerang, 19
febuari 2010, alamat Griya Sangiang Mas, Jln Elang V blok KA 9 no, 17, Kota
Tangerang,
Meraih
Cita-Cita
Adelfio
Adiwitya
Aku belajar setiap
hari untuk masa depan.
Dengan semangat,
aku terus mencoba.
Enggan menyerah
walau pelajaran terasa sulit.
Langkah kecil hari
ini akan berarti nanti.
Fokus saat belajar
adalah kebiasaan yang baik.
Ilmu membuat kita
menjadi lebih bijaksana.
Orang tua dan guru
selalu memberi dukungan.
Aku ingin
membanggakan mereka.
Demi cita-cita, aku
akan terus berusaha.
Ingin sukses
membuatku semakin semangat belajar.
Waktu tidak akan
kembali, jadi harus dimanfaatkan.
Ingat bahwa
keberhasilan datang dari kerja keras.
Tidak ada usaha
yang sia-sia.
Yakin pada diri
sendiri adalah langkah awal menuju sukses.
Aku akan terus
belajar dan tidak mudah menyerah.
Adelfio Adiwitya,
kelas XI.1, kelahiran Tangerang 18 Juli 2010,
alamat Jln Serayu
3. RT 009 RW002, Keroncong Permai, Kel. Keroncong,
Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang
Tangis
di Balik Kemegahan
Airha
Aijesica
Air mata rakyat
kecil jatuh tanpa ada yang peduli.
Ironi melihat
gedung tinggi tapi banyak yang kelaparan.
Rumah mewah berdiri
di samping pemukiman kumuh.
Hukum di negeri ini
rasanya masih belum merata.
Adil seakan cuma
jadi mimpi yang sulit digapai.
Apa kabar janji
manis yang dulu pernah diucap?
Indonesia ini kaya,
tapi kemakmuran belum merata.
Jalanan penuh sesak
oleh anak-anak yang mengemis.
Egoisme orang atas
membuat hati ini merasa miris.
Suara jeritan lapar
hanya dianggap angin lalu saja.
Ingin rasanya
melihat perubahan yang bener-bener nyata.
Cita-cita keadilan
sosial jangan cuma jadi pajangan.
Ayo bersama anak
bangsa kita bergerak demi perubahan.
Airha Aijesica,
kelas XI.1, kelahiranTangerang 25 Agustus 2010, alamat, Jln. Serang Blok E6 No.
17 RT.8/RW.7 Total Persada Raya, Kota Tangerang.
Akhmad
Sirozul Huda
Aku titipkan
langkah di tanah pertiwi
Kubawa semangat
juang para pahlawan
Harapkan Indonesia
tetap berdiri
Meski badai datang
silih berganti
Aku sumpah setia
pada merah putih
Demi nusa, bangsa,
dan negeri ini
Suara rakyat jangan
kau bungkam
Ironi negeri sering
kali terpendam
Rasa adil harus
kita tegakkan
Orang kecil juga
butuh perhatian
Zalim dan korupsi
harus dilawan
Untuk masa depan
anak cucu nanti
Luruskan niat,
satukan hati
Hormati guru,
hormati sesama
Ucap syukur atas
karuniaNya
Doaku untuk negeri
yang damai
Agamaku ajarkan
cinta dan toleransi
Akhmad Sirozul
Huda, kelas XI.1, kelahiran: Tangerang 27 Juni 2009, alamat: Kp. Sangiang,
RT003 RW001, Kec. Periuk, Kel. Periuk Jaya, Kota Tangerang
Ameera
Adzkiyatunnisa
Angin pagi berbisik
dengan sangat lembut
Membawa aroma tanah
yang basah oleh embun
Eloknya dunia mulai
menampakkan diri
Emas mentari
perlahan menyapa bumi
Rasa syukur
mengalir di dalam dada
Atas keindahan hari
yang baru tercipta
Arah langkah kaki
bersiap menyambut mimpi
Dengan tekad yang
tertanam kuat di hati
Zaman berganti
namun semangat takkan pudar
Keinginan belajar
selalu tumbuh membesar
Ingin menjadi jiwa
yang penuh arti
Yakinkan diri untuk
terus memberi kontribusi
Agar hidup
bermanfaat bagi sesama
Tak lelah melangkah
menggapai cita-cita
Untuk masa depan
yang cerah bercahaya
Niat tulus tertanam
di dalam jiwa
Nilai kebaikan
menjadi pedoman utama
Indahnya berbagi
tanpa pamrih dan dusta
Senyuman hangat
terukir di wajah dunia
Anggun melangkah
menuju kesuksesan bersama
Ameera
Adzkiyatunnisa, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 5 Oktober 2009, alamat Perumahan Duta Asri Palem 9, blok c5 No. 7.
Kec. Sepatan, Kab. Tangerang.
Pelita untuk Indonesia
Angella
Maria Purba
Aku tumbuh di
negeri yang kaya akan budaya.
Nusa dan bangsa
menjadi rumah yang berharga.
Gemuruh semangat
persatuan terus menyala.
Enggan menyerah
demi masa depan Indonesia.
Langkah demi
langkah akan kujalani dengan bangga.
Luhur cita-cita
para pahlawan akan kujaga.
Aku berjanji untuk
mengharumkan nama Indonesia.
Merah putih berkibar
tinggi di langit nusantara.
Anugerah alam
Indonesia akan selalu kucinta.
Rakyat yang bersatu
menjadi kekuatan bangsa.
Indonesia yang maju
adalah harapan kita semua.
Aku akan terus
berkarya demi tanah air tercinta.
Perjuangan para
pahlawan tak akan kulupakan.
Untuk negeri ini,
semangat akan terus kutanamkan.
Rasa bangga menjadi
anak Indonesia selalu ada.
Bersama membangun
bangsa dengan tekad dan doa.
Aku siap menjaga
Indonesia sepanjang masa.
Langkah
dalam Iman
Ardian
Dwi Bambang Prasetyo
Aku percaya setiap
hari adalah anugerah dari Allah
Rasa syukur selalu
ingin kupanjatkan
Di saat senang
maupun susah, aku tetap berdoa
Ingin menjadi
pribadi yang lebih baik setiap hari
Agar hidupku lebih
bermanfaat bagi orang lain
Niat baik akan
selalu kujaga
Doa membuat hatiku
lebih tenang
Walau banyak
masalah, aku belajar sabar
Iman mengajarkanku
untuk tidak mudah menyerah
Banyak pelajaran
yang Allah berikan lewat kehidupan
Aku sadar tidak ada
manusia yang sempurna
Maka aku terus
berusaha memperbaiki diri
Belajar ikhlas
memang tidak mudah
Akan tetapi aku
yakin Allah selalu melihat usaha hamba-Nya
Nikmat yang
kuterima membuatku ingin terus bersyukur
Gagal bukan alasan
untuk berhenti berusaha
Percaya kepada
Allah membuatku lebih kuat
Rahmat-Nya selalu
ada untuk siapa saja
Aku ingin menjadi
anak yang membanggakan orang tua
Semoga setiap
langkahku mendapat ridha-Nya
Eratkan imanku
dalam setiap keadaan
Terus berbuat baik
kepada sesama
Yakin bahwa semua
kebaikan akan dibalas oleh Allah
Oleh karena itu,
aku akan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
Ardian Dwi Bambang
Prasetyo, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 6 Januari 2010, alamat Garden City
Residence Jln Manggis blok KL7 no. 29, Tangerang.
Indonesia
Tanah Airku
Aurel
Rut Mauli
Aku mencintai
negeriku dengan sepenuh hati.
Untuk Indonesia,
aku ingin terus berkarya.
Rakyat yang bersatu
adalah kekuatan bangsa.
Eratkan
persaudaraan tanpa membedakan siapa pun.
Langkah kecil hari
ini menjadi harapan masa depan.
Rasa bangga tumbuh
di setiap jiwa muda.
Ulet menghadapi
tantangan demi kemajuan negeri.
Terus menjaga
persatuan dan kedamaian.
Menjaga alam adalah
tanggung jawab bersama.
Agar bumi Indonesia
tetap indah selamanya.
Untuk generasi
mendatang, warisan ini harus dijaga.
Lestarikan budaya
sebagai jati diri bangsa.
Indonesia akan
selalu menjadi rumah yang kubanggakan.
Aurel Rut Mauli, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 11 Oktober 2010, alamat Perum Bumi Pasarkemis Indah Blok D 3 No 9 Kab. Tangerang.
Carissa
Putri Shabrina Anggara
Cinta tumbuh di
bumi pertiwi,
Akar bangsa
menguatkan hati,
Ragam budaya
menjadi warna,
Indonesia indah
dalam jiwa,
Semangat juang
takkan sirna,
Selalu kujaga tanah
tercinta,
Akan kubela dengan
setia.
Pertiwi, engkau
rumah kami,
Untukmu kami
berjanji,
Tak akan lupa jasa
pahlawan,
Rela berjuang demi
masa depan,
Indonesia tetap
dalam genggaman.
Satu tanah, satu
bangsa,
Hidup dalam
semboyan yang sama,
Aneka budaya
menjadi kekayaan,
Bersatu dalam
keberagaman,
Rasa cinta terus
dinyalakan,
Indahnya negeri
selalu kuabadikan,
Namamu harum
sepanjang zaman,
Akan kujaga dengan pengabdian.
Aku anak Indonesia,
Negaraku adalah
kebanggaan,
Gelorakan semangat
persatuan,
Genggam erat
cita-cita bangsa,
Agar Indonesia
terus berjaya,
Rawatlah tanah air
tercinta,
Abadi cintaku untuk
Indonesia.
Tangerang 3 April
2010, alamat Periuk, Jln. Moh Toha, RT 002/004. Kota Tangerang.
Langkah untuk Indonesia
Cezar
Maulana Yusuf Ibrahim
Cinta kepada
Indonesia selalu tumbuh di hati
Erat kugenggam
harapan demi masa depan negeri
Zaman boleh berubah
semangat tetap menyala
Aku ingin memberi
manfaat bagi tanah air
Rakyat yang bersatu
adalah kekuatan bangsa
Melangkah bersama
menjaga persatuan
Amanat para
pahlawan akan selalu kuingat
Untuk Indonesia
yang lebih maju dan damai
Langkah kecil hari
ini berarti untuk esok
Aku percaya kerja
keras membawa perubahan
Negeri ini pantas
untuk dibanggakan
Aku akan terus
mencintai Indonesia
Yakin Indonesia
mampu menjadi lebih baik
Untuk itu aku siap
berusaha dan belajar
Semangat gotong
royong jangan pernah hilang
Usaha dan doa akan
terus mengiringi langkah
Fajar harapan
selalu menyinari negeri ini
Ingin menjadi
generasi yang berguna
Bersama membangun
bangsa dengan kejujuran
Rasa peduli dimulai
dari diri sendiri
Agar Indonesia semakin
maju dan sejahtera
Harapan itu akan
terwujud jika kita bersatu
Insyaallah masa
depan bangsa akan semakin cerah
Merdeka hari ini
maju untuk selamanya
Cezar Maulana Yusuf
Ibrahim, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 18 Juni 2009, alamat -
Darah
Merah Putih
Dista
Puja Nur Kapila
Di dadaku namamu
selalu bergemuruh dengan hebat.
Indonesia, tanah
air tempatku tumbuh dengan kuat.
Setiap hamparan
pulaumu adalah kekayaan yang nyata.
Tempatku belajar
arti mencintai sesama dan bangsa.
Aku berjanji akan
menjaga kedamaian di bumi pertiwi.
Pada sang saka
Merah Putih janji setia ini terkunci.
Untukmu kuserahkan
segala mimpi dan karya terbaikku.
Jalan panjang
perjuanganmu akan kulanjutkan selalu.
Amanah mulia dari
para pahlawan takkan kulupakan.
Nafas persatuan dalam
jiwa kami takkan tergoyahkan.
Untuk membawa
namamu terbang tinggi ke angkasa.
Rasa bangga sebagai
anak bangsa merasuk ke dada.
Keberagaman budaya
menjadi kekuatan yang utama.
Akar tradisi akan
terus kujaga agar tidak mati.
Perbedaan yang ada
justru menyatukan hati kami.
Indah negeriku akan
tetap abadi sepanjang masa.
Langkah kakiku
bergerak demi kejayaan nusantara.
Akan kucintai tanah
air ini sampai menutup mata.
Dodi
Darmansyah
Di balik kemajuan,
masih banyak yang tertinggal.
Orang kecil
berjuang, namun sering tak terdengar.
Demi keuntungan,
keadilan kerap diabaikan.
Inilah saatnya hati
nurani kembali ditegakkan.
Di jalanan, suara
rakyat jangan dianggap angin lalu.
Amanah pemimpin
seharusnya berpihak kepada semua.
Rasa peduli lebih
berharga daripada janji belaka.
Mari hentikan sikap
acuh terhadap sesama.
Agar harapan tidak sekadar
menjadi impian.
Negeri akan maju
bila kejujuran dijunjung tinggi.
Setiap warga berhak
memperoleh kesempatan yang adil.
Yakinlah perubahan
dimulai dari kepedulian bersama.
Aksi nyata lebih
bermakna daripada banyak kata.
Harapan akan tumbuh
jika semua mau berubah.
Dodi Darmansyah, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 09 September 2009, alamat Jln. Hj Ikhwan RT 03/03 Kel. Sangiang Jaya, Kec.Periuk Kota Tangerang.
Fadya
Zulfa Alhida
Fajar menyapa
negeri dengan harapan baru.
Aku percaya
persatuan adalah kekuatan bangsa.
Di setiap langkah
kutanamkan rasa peduli.
Yakinlah, kebaikan
akan membawa perubahan.
Alam Indonesia
adalah anugerah yang harus dijaga.
Zaman boleh
berubah, semangat tak boleh pudar.
Untuk negeri ini,
mari berkarya tanpa lelah.
Langkah kecil hari
ini berarti bagi masa depan.
Fokus pada
persatuan, bukan perpecahan.
Agar Indonesia
tetap damai dan sejahtera.
Aku ingin menjadi
generasi yang bermanfaat.
Lewat ilmu,
kubangun mimpi untuk bangsa.
Harapan selalu
tumbuh di setiap usaha.
Insyaallah, masa
depan cerah menanti.
Dengan doa dan
kerja keras, semua dapat diraih.
Akhirnya, cintaku
pada Indonesia akan selalu abadi.
Fadya Zulfa Alhida, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 06 November 2009, alamat Kp.Jati, Jln. Lucky Indah Keramik, RT 03/02, Kec.Cibodas, Kel.Jatiuwung, Kota Tangerang
Di
Bawah Langit yang Sama
Gadiza
Chairunisa Ramadhani
Gerimis tipis sore
itu seperti membawa saya pulang,
Aroma tanah basah
di pekarangan rumah tak pernah bisa hilang.
Di bawah bendera
yang warnanya mulai pudar di ujung tiang,
Indonesia bagi saya
adalah tentang warung kopi di sudut gang,
Zaman berganti,
obrolan bapak-bapak di sana tetap sama, hangat dan tenang.
Apa yang kita cari
jauh-jauh ke luar, jika senyum ramah ada di pelupuk mata?
Cinta pada negeri
ini bukan soal teks pidato yang dihafal mati,
Hari-hari biasa,
melihat ibu-ibu pasar tersenyum, itu sudah cukup berarti.
Ada banyak hal yang
belum selesai di tanah rahim ini,
Isu-isu di media
sosial kadang bikin kepala pening sendiri.
Riak air di sungai
belakang rumah, riuh rendah anak-anak bermain bola,
Untuk hal-hal
sederhana begitulah, jiwa ini selalu merasa menyala.
Namun kita sering
lupa bersyukur karena sibuk membandingkan,
Indahnya gedung
pencakar langit luar negeri yang diagung-agungkan.
Selimut kabut di
perbukitan, harum melati di sanggul nenek tua,
Adalah potongan
rumah yang takkan bisa digantikan oleh kota mana jua.
Riuh rendah suara
adzan bertemu gemerincing lonceng gereja,
Akurnya kita dalam
perbedaan, tanpa perlu banyak berteoretika.
Masa depan bangsa
ini mungkin belum sepenuhnya berkilau,
Ada kalanya kita
cemas, melihat berita yang bikin galau.
Demi semua peluh
petani yang menghidupi isi piring kita,
Harus ada kepala
yang tetap dingin dan hati yang terus terjaga.
Aku, kamu, dan kita
semua adalah pemilik sah tanah ini,
Nasionalisme bukan
cuma milik mereka yang berdasi.
Indonesia, dengan
segala kurangnya, tetap tempat terbaik untuk kembali.
Gadiza Chairunisa
Ramadhani, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 11 Agustus 2010, alamat Jln. Ki
Akdar, Kp. Sangiang Jaya, RT.3/RW.4, Periuk, Kota Tangerang
Langkah Menuju Impian
Hafizh
Dwi Gunawan
Hari baru selalu
mengajarkan arti perjuangan
Aku melangkah tanpa
takut menghadapi tantangan
Fokus menjadi
cahaya yang menuntunku ke depan
Impian besar tumbuh
dari keberanian memulai
Zaman boleh
berubah, tetapi tekad tak boleh pudar
Hingga setiap usaha
menjadi alasan untuk bangga
Dari setiap
kegagalan, lahir pelajaran berharga
Waktu perlahan membuktikan
hasil dari kerja keras
Inilah perjalanan
yang membentuk diriku menjadi lebih kuat
Gemerlap harapan
semakin dekat di depan mata
Untuk meraih mimpi,
aku memilih terus berjuang
Niat yang tulus
menjadi kekuatan dalam setiap langkah
Akhirnya rasa lelah
berubah menjadi kebanggaan
Walau jalan masih
panjang, semangat tak akan padam
Aku percaya setiap
usaha akan menemukan hasilnya
Nantinya semua
perjuangan akan menjadi kisah yang menginspirasi
Hafizh Dwi Gunawan,
kelas XI.1 Tangerang, 04 Maret 2010, alamat Jln.kiakdar RT 004/004 Kel Sangiang
Jaya Kec. Periuk, Kota Tangerang.
Hirsa
Ripa Asri
Harapan untuk
kemajuan bangsa selalu membara di dada.
Indonesia indah,
kaya, dan penuh dengan keragaman.
Rasa cinta tanah
air tertanam kuat dalam setiap langkah.
Semangat para
pahlawan menjadi teladan dalam berjuang.
Aku bangga menjadi
bagian dari bangsa yang besar ini.
Rela berkorban dan
berkarya demi masa depan negeri.
Ingin selalu
memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi.
Persatuan dan toleransi
adalah kunci kekuatan kita.
Alam nusantara yang
indah wajib kita jaga bersama.
Agar kelak dapat
mengharumkan nama bangsa tercinta.
Saling menghargai
perbedaan demi mewujudkan kedamaian.
Rukun dan gotong
royong menjadi pilar keberagaman.
Indonesia akan
terus maju dan berprestasi di mata dunia.
Hirsa Ripa Asri,
kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 23 September 2010, alamat Jln. Rambutan Raya
blok A no. 15, RT. 014, RW. 008, Pesona Kutabaru, Tangerang.
Langkah Negeri
Janeeta
Putri Insani
Jejak-jejak waktu
terukir di atas bumi pertiwi
Angin berbisik
merdu membawa kabar kedamaian
Nusantara
membentang indah bagai mahkota surgawi
Elok pesonanya
menjaga asa sepanjang zaman
Emas mentari
menyapa pagi, membakar semangat jiwa
Tetap tegar berdiri
melintasi zaman yang berganti
Akar tradisi
merawat harmoni bangsa nan mulia
Pelita harapan
menyala terang di dalam dada
Untuk merajut mimpi
di balik tawa dan air mata
Tak akan padam api
perjuangan generasi muda
Rukun bersatu,
merawat kasih sesama manusia
Ikat kesatuan dalam
keberagaman yang nyata
Indonesia, rumah
kita yang selalu dijaga
Napas rindu dan doa
membumbung tinggi ke udara
Semogalah kedamaian
senantiasa menaungi bumi
Abadikan rasa cinta
pada tanah kelahiran ini
Nyanyikan
kebenaran, raih cita-cita yang luhur
Indah negeri
tercinta, berjaya dan terus makmur
Janeeta Putri Insani, kelas XI.1, kelahiran Boyolali 27 Juli 2010, alamat Kp. Gebang Raya RT 03 RW 16 Kota Tangerang.
Negeri
Tercinta
Keyfas
Yourza Basuki
Kaki melangkah di
atas bumi pertiwi,
Energi jiwa
membakar semangat juang,
Yakin melukiskan
asa yang abadi,
Fajar menyingsing
di ufuk timur terang,
Anak negeri berdiri
tegap menanti,
Satu tekad menjaga
kehormatan bangsa.
Yang terbentang
luas dari Sabang ke Merauke,
Ombak samudera bernyanyi
merdu di pantai,
Untaian pusaka
warisan leluhur tercinta,
Rimba raya hijau
menghampar megah,
Zaman berganti
namun cinta takkan pudar,
Alunan doa
terpanjat untuk kemajuan negeri.
Bersatu padu kita
tebarkan kedamaian,
Agar keadilan
merata di setiap sudut,
Semangat gotong
royong jadi pegangan hidup,
Untuk masa depan
gemilang yang dinanti,
Kokoh berdiri dalam
panji kejayaan,
Indonesia jaya
selamanya di hati.
Keyfas Yourza
Basuki, kelas XI.1, kelahiran Semarang 19 Februari 2010, alamat Perumahan Taman
Elang Blok N nomor 4, Kota Tangerang.
Keyla
Titania Dannisha Putri
Kutemukan damai
saat berpijak di atas tanah yang hangat,
Elok bentang
alamnya merawat rindu yang selalu melekat,
Yakinlah, mencintai
negeri ini tak perlu riuh suara,
Langkah-langkah
kecil kita pun cukup menjadi bukti nyata,
Ada tenang yang
senyap di balik senyum ramah warga.
Terbit matahari
menyapa sawah dan hijau pepohonan,
Indah dalam
kesederhanaan, tanpa keindahan buatan,
Tenang angin
berbisik di antara riak sungai yang jernih,
Aku belajar
menghargai tempat berteduh ini tanpa letih,
Naungan langitnya
selalu memberi peluk yang tenang,
Ingat bahwa di
sinilah tempat kita pulang dan menang,
Akar budaya
menyatu, tumbuh subur di dalam dada.
Dari laut biru
hingga puncak gunung yang berdiri bisu,
Ada rasa syukur
yang mengalir perlahan tanpa ragu,
Nikmat kebersamaan
dalam perbedaan yang begitu kaya,
Naung kehangatan
yang tak pernah memudar oleh waktu jua,
Ikatan kita dengan
bumi pertiwi terasa begitu erat,
Setiap sudutnya
menyimpan cerita dan kebaikan yang sarat,
Hidup merawat,
menjaga apa yang telah ada,
Agar rumah ini
tetap menjadi tempat yang damai untuk kita bersama.
Pelan kita menapak,
membangun hari demi hari,
Usaha-usaha
sederhana untuk menjaga negeri,
Tanpa perlu
teriakan yang membubung tinggi,
Rasa cinta ini
tumbuh tulus di dalam hati,
Indah dan tenang,
menyatu dalam hela napas bumi.
Khilwa
Salsabila
Kejujuran makin
hari makin mahal harganya.
Hidup rakyat kecil
rasanya makin terhimpit.
Ingin bersuara tapi
takut tak didengar.
Lebih banyak janji manis
daripada bukti nyata.
Wajah-wajah lelah
terus berjuang di jalanan.
Apakah keadilan
cuma buat yang punya uang?
Setiap hari kita
disuguhi berita yang sama.
Ada yang berpesta,
ada yang bingung besok makan apa.
Layar ponsel ramai,
tapi kepedulian nyata malah sepi.
Semoga nurani
orang-orang tidak mati.
Ayo buka mata dan
lihat sekitar
Biarkan suara
rakyat kecil ikut didengar,
Ingatkan mereka
yang punya kekuasaan,
Lebih peka pada
penderitaan,
Agar dunia ini
terasa lebih adil.
Khilwa Salsabila,
kelas XI.1, kelahiran Brebes, 19 September 2009, alamat Pasir Jaya, Kel. Pasir Awi,
Kec. Cikupa, Kab. Tangerang.
Bekal Masa Depan
Muhamad
Al Rafi
Melangkah maju
tanpa ragu menghadapi tantangan
Ucapan dan tindakan
selalu dijaga sejalan
Hati yang kuat menjadi
pegangan dalam keputusan
Arah tujuan
ditentukan dengan penuh keyakinan
Meski banyak godaan
datang menghadang
Aku tetap berdiri
pada prinsip yang kupegang
Disiplin menjadi
kunci dalam setiap perjuangan
Amanah yang
diberikan selalu kujaga
Lurus dalam
bersikap dan bertanggung jawab
Rintangan tidak
membuat langkahku goyah
Aku belajar tegas
tanpa merendahkan siapa pun
Fokus mengejar
cita-cita dengan usaha nyata
Inilah bekal untuk
meraih masa depan yang gemilang
Muhamad Al Rafi, kelas XI.1 kelahiran Tangerang, 1 Januari 2010, alamat alamat Periuk Jaya Permai, Kota Tangerang
Mutia
Nur Haq
Menatap
gedung-gedung tinggi menjulang.
Untung dan rugi
jadi hukum yang dipegang.
Tangan kecil
mengemis di sudut jalanan.
Ingin mencari
sesuap nasi demi bertahan.
Air mata tumpah di
balik kemegahan.
Namun nurani
seringkali sengaja buta.
Uang dan kuasa
merajai panggung dunia.
Rakyat kecil hanya
bisa pasrah bercerita.
Hiruk-pikuk kota
menyimpan sejuta luka.
Adilan yang dicari
kadang tak kunjung nyata.
Qalbu yang jujur
kini semakin langka.
Mutia Nur Haq, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 30 April 2010, alamat Perum Taman Buah 1, Jln. Rambutan Raya, Blok C8 No.12 Tangerang.
Natasya
Aulia Sutisna
Negeri tempatku
lahir, tumbuh, dan belajar mengeja kata
Ada banyak cerita
di setiap sudut kota hingga desa
Tanah air yang
indah, dari gunung hijau sampai laut biru
Aku selalu bangga
menjadi bagian dari rumah sebesar ini
Suku dan bahasa
kita berbeda-beda dari ujung ke ujung
Yang membuat kita
unik saat berdiri bersama dalam satu payung
Aman dan damai,
itulah doa yang selalu kupanjatkan tiap hari
Akulah generasi
muda yang siap melanjutkan perjuangan
Untuk membawa nama
bangsa ini maju ke masa depan
Lewat hobi,
prestasi, atau sekadar menjaga kebersihan
Indonesia bukan
cuma peta di buku pelajaran geografi
Adalah tempat
pulang paling nyaman yang ada di bumi
Semangat upacara
bendera hari Senin masih membekas di hati
Untuk menghormati
merah putih yang berkibar tinggi
Tak peduli seberapa
sering kita mengeluh tentang keadaan
Indonesia tetaplah
tanah tumpah darah yang penuh harapan
Sekolah yang rajin,
berteman baik tanpa membeda-bedakan
Niat tulus ini
kujaga demi indahnya masa depan bangsa
Akan kucintai negeri
ini selamanya, lewat cara yang kupunya.
Natasya Aulia Sutisna, kelas XI.1, kelahirang Tangerang, 16 Maret 2010, alamat Kp. Sangiang, Jln. Damai 2, Kec. Periuk, Kel. Gebang Raya, Kota Tangerang.
Nehan
Aryanbima Maazgatsub
Niatku selalu kuat
mengejar impian.
Enggan menyerah
meski banyak rintangan.
Harapan menjadi
cahaya di setiap langkah.
Aku yakin usaha
tidak akan mengkhianati hasil.
Nantinya semua
kerja keras akan terbayar.
Anganku ingin
menjadi pribadi yang berguna.
Rajin belajar demi
masa depan yang lebih baik.
Yakin pada
kemampuan diri sendiri.
Aku terus melangkah
tanpa rasa takut.
Nikmat perjuangan
akan terasa saat mimpi tercapai.
Berani menghadapi
setiap tantangan.
Ilmu menjadi bekal
untuk meraih kesuksesan.
Masa depan dibangun
dengan ketekunan.
Aku tidak akan
berhenti berusaha.
Melangkah maju
dengan penuh semangat.
Aku percaya setiap
doa membawa harapan.
Akan kubuktikan
bahwa mimpi bisa menjadi nyata.
Zaman terus
berubah, aku siap menghadapinya.
Gigih berjuang
dalam setiap kesempatan.
Aku yakin kesabaran
adalah kunci keberhasilan.
Tidak ada mimpi
yang terlalu tinggi.
Semangat akan
selalu menemaniku.
Untuk masa depan
yang membanggakan.
Bersama doa dan usaha, cita-citaku akan tercapai.
Nehan Aryanbima
Maazgatsub, kelas XI.1, kelahiran Jakarta 17 November 2009, alamat Perumahan
Komplek Kodim 0506 no. 20 RT 01 RW 10 Kel. Periuk, Kec.Periuk, Kota Tangerang.
Suara
Yang Tak Didengar
Prajna
Paramita
Pagi datang, tapi
tak semua memulai dengan harapan
Ramai kota sering
menutupi suara yang pelan
Ada yang bekerja
keras, namun tetap kekurangan
Jalan menuju
keadilan masih terasa jauh di depan
Namun orang memilih
diam daripada memberi perhatian
Aku hanya ingin
semua diperlakukan dengan sepadan
Perut lapar tak
bisa diisi dengan janji dan alasan
Angka kemiskinan
bukan sekadar bahan pembicaraan
Rasa peduli
perlahan hilang ditelan kepentingan
Apakah kita
benar-benar melihat, atau hanya berpandangan
Mereka yang lemah
juga punya impian
Indonesia akan
lebih indah jika dipenuhi kepedulian
Terlalu banyak yang
memilih acuh dibandingkan uluran tangan
Aku berharap
perubahan bukan hanya angan
Prajna Paramita,
kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 25 Juni 2010, alamat Pondok Alam Permai, Blok
M6 No. 6, RT.04/RW.08, Kota Tangerang.
Raihan
Achmad Fauzan
Riuh gemuruh
pembangunan membelah kota
Apalah daya rakyat
kecil yang tergusur paksa
Istana menjulang,
menertawakan gubuk yang rata
Hukum seakan tumpul
ke atas, namun tajam ke bawah nyata
Air mata kesedihan
mengalir tak mengubah apa-apa
Nasib kaum papa
dipinggirkan demi untung semata
Anggaran negara
lenyap entah ke mana
Celah korupsi
ditutupi janji manis penguasa
Harta bersama
dikuras habis untuk golongan mereka
Menjerit perut
lapar anak-anak jalanan di sana
Apakah nurani sudah
mati ditelan kasta?
Diamnya kita adalah
awal dari sebuah petaka
Fakta keadilan
makin sulit didapatkan
Arogansi jabatan
berulang kali dipertontonkan
Uang seolah
menjelma jadi satu-satunya jaminan
Zaman semakin maju,
namun moral justru berjatuhan
Aku tak ingin
negeri ini hancur berantakan
Nyalakan terus kepedulian, demi sebuah perubahan
Raihan Achmad
Fauzan, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 26 September 2009, alamat Villa
Mutiara Pluit Jl.Anyelir RT.06/RW.11 Blok B4 no 26, Kel. Periuk, Kec. Periuk,
Kota Tangerang.
Merajut Asa Indonesia
Rayzha
Putra Atmaja
Rimbun harapan
tumbuh di tanah Indonesia
Aku belajar
mencintai negeri dengan karya sederhana
Yakin setiap
langkah kecil bisa membawa perubahan
Zaman boleh terus
berganti, semangat tak boleh berhenti
Harapan bangsa ada
pada generasi yang mau peduli
Aku ingin menjadi
alasan Indonesia semakin maju
Perbedaan bukan
alasan untuk terpecah
Untuk negeri ini,
persatuan selalu dijaga
Tekad yang kuat
mengalahkan rasa menyerah
Rasa bangga menjadi
anak Indonesia selalu tumbuh
Amanah dan kerja
keras menjadi bekal melangkah
Angin perubahan
berembus dari generasi muda
Tidak ada mimpi
yang terlalu tinggi jika terus berusaha
Melangkah bersama
demi masa depan yang lebih baik
Aku percaya
Indonesia akan semakin berjaya
Jangan lelah
berbuat baik untuk sesama
Akhirnya, harapan
itu dimulai dari diri sendiri
Rayzha Putra
Atmaja, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 4 Januari 2010. Jln. Rambutan IV, Blok
B No.15 Kutabaru Jaya Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang.
Untuk Indonesiaku
Selvia
Sari Ananta
Selalu bangga
menjadi anak Indonesia.
Eratkan persatuan
meski kita berbeda.
Langkah kecil hari
ini akan membawa perubahan.
Visi untuk
membangun negeri harus terus dijaga.
Inginku belajar
dengan sungguh-sungguh demi masa depan.
Aku ingin menjadi
pribadi yang berguna bagi bangsa.
S emangat para
pahlawan mengajarkanku arti pengorbanan.
Alam Indonesia yang
indah adalah anugerah yang wajib dijaga.
Rasa cinta tanah
air harus tumbuh di setiap hati.
Indonesia akan
semakin maju jika kita saling menghargai.
Agar kelak dapat
mengharumkan nama bangsa, aku akan terus berusaha.
Niat baik selalu
dimulai dari diri sendiri.
A ku percaya
generasi muda mampu membawa perubahan.
Negeri ini akan
semakin kuat jika kita bersatu.
Terus berkarya dan
berprestasi demi Indonesia tercinta.
Aku akan selalu
mencintai dan menjaga tanah air Indonesia.
Sifa
Aulia Dianti
Selalu ada harapan
untuk Indonesia yang lebih baik.
Ingin rasanya
melihat semua hidup dengan rukun.
Fokus belajar dan
berbuat baik adalah langkah kecilku.
Aku percaya
perubahan dimulai dari diri sendiri.
Ayo saling
menghargai walau berbeda pendapat.
Untuk masa depan,
kita harus menjaga persatuan.
Lelah bukan alasan
untuk berhenti berusaha.
Indonesia akan maju
jika rakyatnya peduli.
Aku bangga menjadi
bagian dari negeri ini.
Dengan saling
membantu, hidup terasa lebih ringan.
Ingatlah bahwa
kejujuran lebih berharga dari segalanya.
Apa pun cita-citaku
nanti, aku ingin berguna bagi bangsa.
Negeri ini adalah
rumah yang harus dijaga bersama.
Terus melangkah
meski jalan tidak selalu mudah.
Itulah harapanku
untuk Indonesia tercinta.
Sifa Aulia Dianti,
kelas XI.1, kelahiran Kebumen 5 Maret 2010, alamat Jln. Haji blok B, RT 02/RW 07,
Lebak Wangi, Gang Indosiar, Kab. Tangerang.
Sulistiawati
Selalu bangga
menjadi anak Indonesia.
Untuk negeri
tercinta, kuabdikan karya dan doa.
Lestarikan budaya
sebagai jati diri bangsa.
Indah alam
nusantara wajib kita jaga.
Semangat persatuan
menjadi kekuatan bersama.
Tanah air adalah
rumah yang harus dicintai.
Insan muda berperan
membangun masa depan bangsa.
Aku berjanji
menjaga kehormatan Indonesia.
Warisan para
pahlawan akan terus kukenang.
Agar Indonesia
semakin maju dan sejahtera.
Tidak akan lelah
mencintai negeri ini.
Indonesia tetap
jaya sepanjang masa.
Sulistiawati, kelas
XI.1, kelahiran Tangerang 5 Mei 2010,
alamat Jln. Delima V Pondok Makmur Blok D4 No.19 Kutabaru, Tangerang.
Indahnya Menjalani Hari
Tigara
Nakaubi
Tiada hari tanpa
senyumanan
Indah hari dengan
candaan
Girang tawa
menyelimuti hati
Atau pun suasana
hidup ini
Rasa kehidupan
seperti penuh makna
Apa mungkin karena
canda dan tawa
Nuansa hati sangat
warna warni
Alam semesta pun
ikut merestui
Kebahagiaan yang
kita bagi hari ini
Akhir pekan penuh
dengan warna
Untuk selamanya di
dalam jiwa
Bersama tawa yang
takkan pernah sirna
Indahnya hidup
terasa sempurna
Tigara Nakaubi,
kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 26 November 2009, alamat Villa Grand Tomang
Blok C4 no. 15, Kota Tangerang.
Pesona Semesta
Winna
Shatara
Warna langit perlahan
memudar keemasan,
Indah nian pesona
alam yang terhampar,
Nyanyian burung
menyambut pagi nan bugar,
Nafas bumi
berhembus membawa ketenangan,
Air sungai mengalir
jernih tanpa beban.
Silir angin memeluk
dedaunan hijau,
Hijau hutan
membentang sejauh memandang,
Alam raya bersolek
tiada tara,
Tampak gunung
berdiri kokoh menjulang,
Awan putih berarak
di langit cerah,
Rasa syukur tumbuh
dalam dada,
Anugerah megah sang
Pencipta semesta.
Winna Shatara,
kelas XI.1 kelahiran Pekalongan, 10 Januari 2010, alamat Jln. Vila Regency 2
Blok FE 07 No. 11 Kota Tangerang.
Komentar
Posting Komentar