Puisi Akrostik kelas XI.1 (TP 2026/2027)

 

Negeriku Harapanku

Aaqilah Fakhrun Nisa

 

Aku bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Alam yang indah adalah anugerah yang harus dijaga.

Qalbu ini selalu berharap negeri ini semakin maju.

Inginku sederhana, bisa berguna untuk bangsa.

Langkah kecil hari ini akan berarti di masa depan.

Aku ingin belajar dengan sungguh-sungguh.

Harapan itu selalu menguatkanku setiap hari.

 

Fokus mengejar cita-cita demi masa depan.

Agar kelak dapat membalas jasa orang tua dan negeri.

Kita harus saling menghargai meski berbeda.

Hidup rukun membuat Indonesia semakin kuat.

Rasa persatuan harus terus dijaga.

Untuk itu, semua orang punya peran.

 

Negeri ini akan semakin baik jika kita peduli.

Niat baik dimulai dari diri sendiri.

Indonesia membutuhkan generasi yang jujur dan bertanggung jawab.

Semoga semangat mencintai tanah air tidak

pernah pudar.

Aku percaya Indonesia akan terus maju bersama kita.

 

Aaqilah Fakhrun Nisa, kelas XI.1,  kelahiranTangerang, 19 febuari 2010, alamat Griya Sangiang Mas, Jln Elang V blok KA 9 no, 17, Kota Tangerang,

 

  

Meraih Cita-Cita

Adelfio Adiwitya

 

Aku belajar setiap hari untuk masa depan.

Dengan semangat, aku terus mencoba.

Enggan menyerah walau pelajaran terasa sulit.

Langkah kecil hari ini akan berarti nanti.

Fokus saat belajar adalah kebiasaan yang baik.

Ilmu membuat kita menjadi lebih bijaksana.

Orang tua dan guru selalu memberi dukungan.

 

Aku ingin membanggakan mereka.

Demi cita-cita, aku akan terus berusaha.

Ingin sukses membuatku semakin semangat belajar.

Waktu tidak akan kembali, jadi harus dimanfaatkan.

Ingat bahwa keberhasilan datang dari kerja keras.

Tidak ada usaha yang sia-sia.

Yakin pada diri sendiri adalah langkah awal menuju sukses.

Aku akan terus belajar dan tidak mudah menyerah.

 

Adelfio Adiwitya, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 18 Juli 2010,

alamat Jln Serayu 3. RT 009  RW002, Keroncong Permai, Kel. Keroncong, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang

 

  

Tangis di Balik Kemegahan

Airha Aijesica

 

Air mata rakyat kecil jatuh tanpa ada yang peduli.

Ironi melihat gedung tinggi tapi banyak yang kelaparan.

Rumah mewah berdiri di samping pemukiman kumuh.

Hukum di negeri ini rasanya masih belum merata.

Adil seakan cuma jadi mimpi yang sulit digapai.

 

Apa kabar janji manis yang dulu pernah diucap?

Indonesia ini kaya, tapi kemakmuran belum merata.

Jalanan penuh sesak oleh anak-anak yang mengemis.

Egoisme orang atas membuat hati ini merasa miris.

Suara jeritan lapar hanya dianggap angin lalu saja.

Ingin rasanya melihat perubahan yang bener-bener nyata.

Cita-cita keadilan sosial jangan cuma jadi pajangan.

Ayo bersama anak bangsa kita bergerak demi perubahan.

 

 

Airha Aijesica, kelas XI.1, kelahiranTangerang 25 Agustus 2010, alamat, Jln. Serang Blok E6 No. 17 RT.8/RW.7 Total Persada Raya, Kota Tangerang.

 

 

 Merah Putih di Dadaku

Akhmad Sirozul Huda 

 

Aku titipkan langkah di tanah pertiwi 

Kubawa semangat juang para pahlawan 

Harapkan Indonesia tetap berdiri 

Meski badai datang silih berganti 

Aku sumpah setia pada merah putih 

Demi nusa, bangsa, dan negeri ini 

 

Suara rakyat jangan kau bungkam 

Ironi negeri sering kali terpendam 

Rasa adil harus kita tegakkan 

Orang kecil juga butuh perhatian 

Zalim dan korupsi harus dilawan 

Untuk masa depan anak cucu nanti 

Luruskan niat, satukan hati 

 

Hormati guru, hormati sesama 

Ucap syukur atas karuniaNya 

Doaku untuk negeri yang damai 

Agamaku ajarkan cinta dan toleransi 

 

 

Akhmad Sirozul Huda, kelas XI.1, kelahiran: Tangerang 27 Juni 2009, alamat: Kp. Sangiang, RT003 RW001, Kec. Periuk, Kel. Periuk Jaya, Kota Tangerang

 

 Menjemput Mentari Harapan

Ameera Adzkiyatunnisa

 

Angin pagi berbisik dengan sangat lembut

Membawa aroma tanah yang basah oleh  embun

Eloknya dunia mulai menampakkan diri

Emas mentari perlahan menyapa bumi

Rasa syukur mengalir di dalam dada

Atas keindahan hari yang baru tercipta

 

Arah langkah kaki bersiap menyambut mimpi

Dengan tekad yang tertanam kuat di hati

Zaman berganti namun semangat takkan pudar

Keinginan belajar selalu tumbuh membesar

Ingin menjadi jiwa yang penuh arti

Yakinkan diri untuk terus memberi kontribusi

Agar hidup bermanfaat bagi sesama

Tak lelah melangkah menggapai cita-cita

Untuk masa depan yang cerah bercahaya

Niat tulus tertanam di dalam jiwa

Nilai kebaikan menjadi pedoman utama

Indahnya berbagi tanpa pamrih dan dusta

Senyuman hangat terukir di wajah dunia

Anggun melangkah menuju kesuksesan bersama

 

Ameera Adzkiyatunnisa, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 5 Oktober 2009, alamat  Perumahan Duta Asri Palem 9, blok c5 No. 7. Kec. Sepatan, Kab. Tangerang.

 

Pelita untuk Indonesia

Angella Maria Purba

 

Aku tumbuh di negeri yang kaya akan budaya.

Nusa dan bangsa menjadi rumah yang berharga.

Gemuruh semangat persatuan terus menyala.

Enggan menyerah demi masa depan Indonesia.

Langkah demi langkah akan kujalani dengan bangga.

Luhur cita-cita para pahlawan akan kujaga.

Aku berjanji untuk mengharumkan nama Indonesia.

 

Merah putih berkibar tinggi di langit nusantara.

Anugerah alam Indonesia akan selalu kucinta.

Rakyat yang bersatu menjadi kekuatan bangsa.

Indonesia yang maju adalah harapan kita semua.

Aku akan terus berkarya demi tanah air tercinta.

 

Perjuangan para pahlawan tak akan kulupakan.

Untuk negeri ini, semangat akan terus kutanamkan.

Rasa bangga menjadi anak Indonesia selalu ada.

Bersama membangun bangsa dengan tekad dan doa.

Aku siap menjaga Indonesia sepanjang masa.

 

 Angella Maria Purba, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 7 Desember 2009, alamat BTN Pasar Kemis Indah, Blok I 2 no 4, RT.10 RW.02, Kabupaten Tangerang

  

 

Langkah dalam Iman

Ardian Dwi Bambang Prasetyo

 

Aku percaya setiap hari adalah anugerah dari Allah

Rasa syukur selalu ingin kupanjatkan

Di saat senang maupun susah, aku tetap berdoa

Ingin menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari

Agar hidupku lebih bermanfaat bagi orang lain

Niat baik akan selalu kujaga

 

Doa membuat hatiku lebih tenang

Walau banyak masalah, aku belajar sabar

Iman mengajarkanku untuk tidak mudah menyerah

 

Banyak pelajaran yang Allah berikan lewat kehidupan

Aku sadar tidak ada manusia yang sempurna

Maka aku terus berusaha memperbaiki diri

Belajar ikhlas memang tidak mudah

Akan tetapi aku yakin Allah selalu melihat usaha hamba-Nya

Nikmat yang kuterima membuatku ingin terus bersyukur

Gagal bukan alasan untuk berhenti berusaha

 

Percaya kepada Allah membuatku lebih kuat

Rahmat-Nya selalu ada untuk siapa saja

Aku ingin menjadi anak yang membanggakan orang tua

Semoga setiap langkahku mendapat ridha-Nya

Eratkan imanku dalam setiap keadaan

Terus berbuat baik kepada sesama

Yakin bahwa semua kebaikan akan dibalas oleh Allah

Oleh karena itu, aku akan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

 

Ardian Dwi Bambang Prasetyo, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 6 Januari 2010, alamat Garden City Residence Jln Manggis blok KL7 no. 29, Tangerang.



Indonesia Tanah Airku

Aurel Rut Mauli

 

Aku mencintai negeriku dengan sepenuh hati.

Untuk Indonesia, aku ingin terus berkarya.

Rakyat yang bersatu adalah kekuatan bangsa.

Eratkan persaudaraan tanpa membedakan siapa pun.

Langkah kecil hari ini menjadi harapan masa depan.

 

Rasa bangga tumbuh di setiap jiwa muda.

Ulet menghadapi tantangan demi kemajuan negeri.

Terus menjaga persatuan dan kedamaian.

 

Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.

Agar bumi Indonesia tetap indah selamanya.

Untuk generasi mendatang, warisan ini harus dijaga.

Lestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.

Indonesia akan selalu menjadi rumah yang kubanggakan.

 

Aurel Rut Mauli, kelas XI.1, kelahiran  Tangerang 11 Oktober 2010, alamat Perum Bumi Pasarkemis Indah Blok D 3 No 9 Kab. Tangerang.

 

 

 Negeriku, Rumah di Dalam Jiwa

Carissa Putri Shabrina Anggara

 

Cinta tumbuh di bumi pertiwi,

Akar bangsa menguatkan hati,

Ragam budaya menjadi warna,

Indonesia indah dalam jiwa,

Semangat juang takkan sirna,

Selalu kujaga tanah tercinta,

Akan kubela dengan setia.

 

Pertiwi, engkau rumah kami,

Untukmu kami berjanji,

Tak akan lupa jasa pahlawan,

Rela berjuang demi masa depan,

Indonesia tetap dalam genggaman.

 

Satu tanah, satu bangsa,

Hidup dalam semboyan yang sama,

Aneka budaya menjadi kekayaan,

Bersatu dalam keberagaman,

Rasa cinta terus dinyalakan,

Indahnya negeri selalu kuabadikan,

Namamu harum sepanjang zaman,

Akan kujaga dengan pengabdian.

 

Aku anak Indonesia,

Negaraku adalah kebanggaan,

Gelorakan semangat persatuan,

Genggam erat cita-cita bangsa,

Agar Indonesia terus berjaya,

Rawatlah tanah air tercinta,

Abadi cintaku untuk Indonesia.

 

 Carissa Putri Shabrina Anggara, kelas XI.1, kelahiran

Tangerang 3 April 2010, alamat Periuk, Jln. Moh Toha, RT 002/004. Kota Tangerang.

 

  

Langkah untuk Indonesia

Cezar Maulana Yusuf Ibrahim

 

Cinta kepada Indonesia selalu tumbuh di hati

Erat kugenggam harapan demi masa depan negeri

Zaman boleh berubah semangat tetap menyala

Aku ingin memberi manfaat bagi tanah air

Rakyat yang bersatu adalah kekuatan bangsa

 

Melangkah bersama menjaga persatuan

Amanat para pahlawan akan selalu kuingat

Untuk Indonesia yang lebih maju dan damai

Langkah kecil hari ini berarti untuk esok

Aku percaya kerja keras membawa perubahan

Negeri ini pantas untuk dibanggakan

Aku akan terus mencintai Indonesia

 

Yakin Indonesia mampu menjadi lebih baik

Untuk itu aku siap berusaha dan belajar

Semangat gotong royong jangan pernah hilang

Usaha dan doa akan terus mengiringi langkah

Fajar harapan selalu menyinari negeri ini

 

Ingin menjadi generasi yang berguna

Bersama membangun bangsa dengan kejujuran

Rasa peduli dimulai dari diri sendiri

Agar Indonesia semakin maju dan sejahtera

Harapan itu akan terwujud jika kita bersatu

Insyaallah masa depan bangsa akan semakin cerah

Merdeka hari ini maju untuk selamanya

 

Cezar Maulana Yusuf Ibrahim, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 18 Juni 2009, alamat -

 

Darah Merah Putih

Dista Puja Nur Kapila

 

Di dadaku namamu selalu bergemuruh dengan hebat.

Indonesia, tanah air tempatku tumbuh dengan kuat.

Setiap hamparan pulaumu adalah kekayaan yang nyata.

Tempatku belajar arti mencintai sesama dan bangsa.

Aku berjanji akan menjaga kedamaian di bumi pertiwi.

 

​Pada sang saka Merah Putih janji setia ini terkunci.

Untukmu kuserahkan segala mimpi dan karya terbaikku.

Jalan panjang perjuanganmu akan kulanjutkan selalu.

Amanah mulia dari para pahlawan takkan kulupakan.

 

​Nafas persatuan dalam jiwa kami takkan tergoyahkan.

Untuk membawa namamu terbang tinggi ke angkasa.

Rasa bangga sebagai anak bangsa merasuk ke dada.

 

Keberagaman budaya menjadi kekuatan yang utama.

​Akar tradisi akan terus kujaga agar tidak mati.

Perbedaan yang ada justru menyatukan hati kami.

Indah negeriku akan tetap abadi sepanjang masa.

Langkah kakiku bergerak demi kejayaan nusantara.

Akan kucintai tanah air ini sampai menutup mata.

 

Dista Puja Nur Kapila, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 24 Juli 2009, alamat Villa Mutiara Pluit. RT.006/RW.009, Periuk, Kec. Periuk, Kota Tangerang

 

 

 Langkah Menuju Impian

Dodi Darmansyah

 

Di balik kemajuan, masih banyak yang tertinggal.

Orang kecil berjuang, namun sering tak terdengar.

Demi keuntungan, keadilan kerap diabaikan.

Inilah saatnya hati nurani kembali ditegakkan.

 

Di jalanan, suara rakyat jangan dianggap angin lalu.

Amanah pemimpin seharusnya berpihak kepada semua.

Rasa peduli lebih berharga daripada janji belaka.

Mari hentikan sikap acuh terhadap sesama.

Agar harapan tidak sekadar menjadi impian.

Negeri akan maju bila kejujuran dijunjung tinggi.

Setiap warga berhak memperoleh kesempatan yang adil.

Yakinlah perubahan dimulai dari kepedulian bersama.

Aksi nyata lebih bermakna daripada banyak kata.

Harapan akan tumbuh jika semua mau berubah.

 

Dodi Darmansyah, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 09 September 2009, alamat Jln. Hj Ikhwan RT 03/03 Kel. Sangiang Jaya,  Kec.Periuk Kota Tangerang.

 

 

 Harapan Untuk Indonesia

Fadya Zulfa Alhida

 

Fajar menyapa negeri dengan harapan baru.

Aku percaya persatuan adalah kekuatan bangsa.

Di setiap langkah kutanamkan rasa peduli.

Yakinlah, kebaikan akan membawa perubahan.

Alam Indonesia adalah anugerah yang harus dijaga.

 

Zaman boleh berubah, semangat tak boleh pudar.

Untuk negeri ini, mari berkarya tanpa lelah.

Langkah kecil hari ini berarti bagi masa depan.

Fokus pada persatuan, bukan perpecahan.

Agar Indonesia tetap damai dan sejahtera.

 

Aku ingin menjadi generasi yang bermanfaat.

Lewat ilmu, kubangun mimpi untuk bangsa.

Harapan selalu tumbuh di setiap usaha.

Insyaallah, masa depan cerah menanti.

Dengan doa dan kerja keras, semua dapat diraih.

Akhirnya, cintaku pada Indonesia akan selalu abadi.

 

Fadya Zulfa Alhida, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 06 November 2009, alamat Kp.Jati, Jln. Lucky Indah Keramik, RT 03/02, Kec.Cibodas, Kel.Jatiuwung, Kota Tangerang

 

 

  

Di Bawah Langit yang Sama

Gadiza Chairunisa Ramadhani

 

Gerimis tipis sore itu seperti membawa saya pulang,

Aroma tanah basah di pekarangan rumah tak pernah bisa hilang.

Di bawah bendera yang warnanya mulai pudar di ujung tiang,

Indonesia bagi saya adalah tentang warung kopi di sudut gang,

Zaman berganti, obrolan bapak-bapak di sana tetap sama, hangat dan tenang.

Apa yang kita cari jauh-jauh ke luar, jika senyum ramah ada di pelupuk mata?

 

Cinta pada negeri ini bukan soal teks pidato yang dihafal mati,

Hari-hari biasa, melihat ibu-ibu pasar tersenyum, itu sudah cukup berarti.

Ada banyak hal yang belum selesai di tanah rahim ini,

Isu-isu di media sosial kadang bikin kepala pening sendiri.

Riak air di sungai belakang rumah, riuh rendah anak-anak bermain bola,

Untuk hal-hal sederhana begitulah, jiwa ini selalu merasa menyala.

Namun kita sering lupa bersyukur karena sibuk membandingkan,

Indahnya gedung pencakar langit luar negeri yang diagung-agungkan.

Selimut kabut di perbukitan, harum melati di sanggul nenek tua,

Adalah potongan rumah yang takkan bisa digantikan oleh kota mana jua.

 

Riuh rendah suara adzan bertemu gemerincing lonceng gereja,

Akurnya kita dalam perbedaan, tanpa perlu banyak berteoretika.

Masa depan bangsa ini mungkin belum sepenuhnya berkilau,

Ada kalanya kita cemas, melihat berita yang bikin galau.

Demi semua peluh petani yang menghidupi isi piring kita,

Harus ada kepala yang tetap dingin dan hati yang terus terjaga.

Aku, kamu, dan kita semua adalah pemilik sah tanah ini,

Nasionalisme bukan cuma milik mereka yang berdasi.

Indonesia, dengan segala kurangnya, tetap tempat terbaik untuk kembali.

 

Gadiza Chairunisa Ramadhani, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 11 Agustus 2010, alamat Jln. Ki Akdar, Kp. Sangiang Jaya, RT.3/RW.4, Periuk, Kota Tangerang

 

 

Langkah Menuju Impian

Hafizh Dwi Gunawan

 

Hari baru selalu mengajarkan arti perjuangan

Aku melangkah tanpa takut menghadapi tantangan

Fokus menjadi cahaya yang menuntunku ke depan

Impian besar tumbuh dari keberanian memulai

Zaman boleh berubah, tetapi tekad tak boleh pudar

Hingga setiap usaha menjadi alasan untuk bangga

 

Dari setiap kegagalan, lahir pelajaran berharga

Waktu perlahan membuktikan hasil dari kerja keras

Inilah perjalanan yang membentuk diriku menjadi lebih kuat

 

Gemerlap harapan semakin dekat di depan mata

Untuk meraih mimpi, aku memilih terus berjuang

Niat yang tulus menjadi kekuatan dalam setiap langkah

Akhirnya rasa lelah berubah menjadi kebanggaan

Walau jalan masih panjang, semangat tak akan padam

Aku percaya setiap usaha akan menemukan hasilnya

Nantinya semua perjuangan akan menjadi kisah yang menginspirasi

 

Hafizh Dwi Gunawan, kelas XI.1 Tangerang, 04 Maret 2010, alamat Jln.kiakdar RT 004/004 Kel Sangiang Jaya Kec. Periuk, Kota Tangerang.

 

 Untuk Indonesia

Hirsa Ripa Asri

 

Harapan untuk kemajuan bangsa selalu membara di dada.

Indonesia indah, kaya, dan penuh dengan keragaman.

Rasa cinta tanah air tertanam kuat dalam setiap langkah.

Semangat para pahlawan menjadi teladan dalam berjuang.

Aku bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar ini.

 

Rela berkorban dan berkarya demi masa depan negeri.

Ingin selalu memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi.

Persatuan dan toleransi adalah kunci kekuatan kita.

Alam nusantara yang indah wajib kita jaga bersama.

 

Agar kelak dapat mengharumkan nama bangsa tercinta.

Saling menghargai perbedaan demi mewujudkan kedamaian.

Rukun dan gotong royong menjadi pilar keberagaman.

Indonesia akan terus maju dan berprestasi di mata dunia.

  

Hirsa Ripa Asri, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 23 September 2010, alamat Jln. Rambutan Raya blok A no. 15, RT. 014, RW. 008, Pesona Kutabaru, Tangerang.

 

Langkah Negeri

Janeeta Putri Insani

 

Jejak-jejak waktu terukir di atas bumi pertiwi

Angin berbisik merdu membawa kabar kedamaian

Nusantara membentang indah bagai mahkota surgawi

Elok pesonanya menjaga asa sepanjang zaman

Emas mentari menyapa pagi, membakar semangat jiwa

Tetap tegar berdiri melintasi zaman yang berganti

Akar tradisi merawat harmoni bangsa nan mulia

 

Pelita harapan menyala terang di dalam dada

Untuk merajut mimpi di balik tawa dan air mata

Tak akan padam api perjuangan generasi muda

Rukun bersatu, merawat kasih sesama manusia

Ikat kesatuan dalam keberagaman yang nyata

 

Indonesia, rumah kita yang selalu dijaga

Napas rindu dan doa membumbung tinggi ke udara

Semogalah kedamaian senantiasa menaungi bumi

Abadikan rasa cinta pada tanah kelahiran ini

Nyanyikan kebenaran, raih cita-cita yang luhur

Indah negeri tercinta, berjaya dan terus makmur

 

Janeeta Putri Insani, kelas XI.1, kelahiran Boyolali 27 Juli 2010, alamat Kp. Gebang Raya RT 03 RW 16 Kota Tangerang.

 

 

Negeri Tercinta

Keyfas Yourza Basuki

 

Kaki melangkah di atas bumi pertiwi,

Energi jiwa membakar semangat juang,

Yakin melukiskan asa yang abadi,

Fajar menyingsing di ufuk timur terang,

Anak negeri berdiri tegap menanti,

Satu tekad menjaga kehormatan bangsa.

 

​Yang terbentang luas dari Sabang ke Merauke,

Ombak samudera bernyanyi merdu di pantai,

Untaian pusaka warisan leluhur tercinta,

Rimba raya hijau menghampar megah,

Zaman berganti namun cinta takkan pudar,

Alunan doa terpanjat untuk kemajuan negeri.

Bersatu padu kita tebarkan kedamaian,

Agar keadilan merata di setiap sudut,

Semangat gotong royong jadi pegangan hidup,

Untuk masa depan gemilang yang dinanti,

Kokoh berdiri dalam panji kejayaan,

Indonesia jaya selamanya di hati.

  

​Keyfas Yourza Basuki, kelas XI.1, kelahiran Semarang 19 Februari 2010, alamat Perumahan Taman Elang Blok N nomor 4, Kota Tangerang.

 

 Di Atas Tanah Ini

Keyla Titania Dannisha Putri

 

Kutemukan damai saat berpijak di atas tanah yang hangat,

Elok bentang alamnya merawat rindu yang selalu melekat,

Yakinlah, mencintai negeri ini tak perlu riuh suara,

Langkah-langkah kecil kita pun cukup menjadi bukti nyata,

Ada tenang yang senyap di balik senyum ramah warga.

 

Terbit matahari menyapa sawah dan hijau pepohonan,

Indah dalam kesederhanaan, tanpa keindahan buatan,

Tenang angin berbisik di antara riak sungai yang jernih,

Aku belajar menghargai tempat berteduh ini tanpa letih,

Naungan langitnya selalu memberi peluk yang tenang,

Ingat bahwa di sinilah tempat kita pulang dan menang,

Akar budaya menyatu, tumbuh subur di dalam dada.

 

Dari laut biru hingga puncak gunung yang berdiri bisu,

Ada rasa syukur yang mengalir perlahan tanpa ragu,

Nikmat kebersamaan dalam perbedaan yang begitu kaya,

Naung kehangatan yang tak pernah memudar oleh waktu jua,

Ikatan kita dengan bumi pertiwi terasa begitu erat,

Setiap sudutnya menyimpan cerita dan kebaikan yang sarat,

Hidup merawat, menjaga apa yang telah ada,

Agar rumah ini tetap menjadi tempat yang damai untuk kita bersama.

 

Pelan kita menapak, membangun hari demi hari,

Usaha-usaha sederhana untuk menjaga negeri,

Tanpa perlu teriakan yang membubung tinggi,

Rasa cinta ini tumbuh tulus di dalam hati,

Indah dan tenang, menyatu dalam hela napas bumi.

 

 Keyla Titania Dannisha Putri, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 22 Januari 2010, alamat Grand Duta Residence, Cluster Alexandrite, Blok Ax3 No. 55, Kota Tangerang.

 

 

 Keadilan yang Mahal

Khilwa Salsabila

 

Kejujuran makin hari makin mahal harganya.

Hidup rakyat kecil rasanya makin terhimpit.

Ingin bersuara tapi takut tak didengar.

Lebih banyak janji manis daripada bukti nyata.

Wajah-wajah lelah terus berjuang di jalanan.

Apakah keadilan cuma buat yang punya uang?

 

Setiap hari kita disuguhi berita yang sama.

Ada yang berpesta, ada yang bingung besok makan apa.

Layar ponsel ramai, tapi kepedulian nyata malah sepi.

Semoga nurani orang-orang tidak mati.

Ayo buka mata dan lihat sekitar

Biarkan suara rakyat kecil ikut didengar,

Ingatkan mereka yang punya kekuasaan,

Lebih peka pada penderitaan,

Agar dunia ini terasa lebih adil.

 

Khilwa Salsabila, kelas XI.1, kelahiran Brebes, 19 September 2009, alamat Pasir Jaya, Kel. Pasir Awi, Kec. Cikupa, Kab. Tangerang.

 

 

Bekal Masa Depan

Muhamad Al Rafi

 

Melangkah maju tanpa ragu menghadapi tantangan

Ucapan dan tindakan selalu dijaga sejalan

Hati yang kuat menjadi pegangan dalam keputusan

Arah tujuan ditentukan dengan penuh keyakinan

Meski banyak godaan datang menghadang

Aku tetap berdiri pada prinsip yang kupegang

Disiplin menjadi kunci dalam setiap perjuangan

 

Amanah yang diberikan selalu kujaga

Lurus dalam bersikap dan bertanggung jawab

 

Rintangan tidak membuat langkahku goyah

Aku belajar tegas tanpa merendahkan siapa pun

Fokus mengejar cita-cita dengan usaha nyata

Inilah bekal untuk meraih masa depan yang gemilang

 

Muhamad Al Rafi, kelas XI.1 kelahiran Tangerang, 1 Januari 2010, alamat alamat Periuk Jaya Permai, Kota Tangerang

 

 

 Luka di Balik Gedung Tinggi

Mutia Nur Haq

 

Menatap gedung-gedung tinggi menjulang.

Untung dan rugi jadi hukum yang dipegang.

Tangan kecil mengemis di sudut jalanan.

Ingin mencari sesuap nasi demi bertahan.

Air mata tumpah di balik kemegahan.

 

Namun nurani seringkali sengaja buta.

Uang dan kuasa merajai panggung dunia.

Rakyat kecil hanya bisa pasrah bercerita.

 

Hiruk-pikuk kota menyimpan sejuta luka.

Adilan yang dicari kadang tak kunjung nyata.

Qalbu yang jujur kini semakin langka.

 


Mutia Nur Haq, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 30 April 2010, alamat Perum Taman Buah 1, Jln. Rambutan Raya, Blok C8 No.12 Tangerang.

 

 Rumah Yang Kupeluk

Natasya Aulia Sutisna

 

Negeri tempatku lahir, tumbuh, dan belajar mengeja kata

Ada banyak cerita di setiap sudut kota hingga desa

Tanah air yang indah, dari gunung hijau sampai laut biru

Aku selalu bangga menjadi bagian dari rumah sebesar ini

Suku dan bahasa kita berbeda-beda dari ujung ke ujung

Yang membuat kita unik saat berdiri bersama dalam satu payung

Aman dan damai, itulah doa yang selalu kupanjatkan tiap hari

 

Akulah generasi muda yang siap melanjutkan perjuangan

Untuk membawa nama bangsa ini maju ke masa depan

Lewat hobi, prestasi, atau sekadar menjaga kebersihan

Indonesia bukan cuma peta di buku pelajaran geografi

Adalah tempat pulang paling nyaman yang ada di bumi

 

Semangat upacara bendera hari Senin masih membekas di hati

Untuk menghormati merah putih yang berkibar tinggi

Tak peduli seberapa sering kita mengeluh tentang keadaan

Indonesia tetaplah tanah tumpah darah yang penuh harapan

Sekolah yang rajin, berteman baik tanpa membeda-bedakan

Niat tulus ini kujaga demi indahnya masa depan bangsa

Akan kucintai negeri ini selamanya, lewat cara yang kupunya.

 

Natasya Aulia Sutisna, kelas XI.1, kelahirang Tangerang, 16 Maret 2010, alamat Kp. Sangiang, Jln. Damai 2, Kec. Periuk, Kel. Gebang Raya, Kota Tangerang.

 

 Menggapai Cita-Cita

Nehan Aryanbima Maazgatsub

 

Niatku selalu kuat mengejar impian.

Enggan menyerah meski banyak rintangan.

Harapan menjadi cahaya di setiap langkah.

Aku yakin usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Nantinya semua kerja keras akan terbayar.

 

Anganku ingin menjadi pribadi yang berguna.

Rajin belajar demi masa depan yang lebih baik.

Yakin pada kemampuan diri sendiri.

Aku terus melangkah tanpa rasa takut.

Nikmat perjuangan akan terasa saat mimpi tercapai.

Berani menghadapi setiap tantangan.

Ilmu menjadi bekal untuk meraih kesuksesan.

Masa depan dibangun dengan ketekunan.

Aku tidak akan berhenti berusaha.

 

Melangkah maju dengan penuh semangat.

Aku percaya setiap doa membawa harapan.

Akan kubuktikan bahwa mimpi bisa menjadi nyata.

Zaman terus berubah, aku siap menghadapinya.

Gigih berjuang dalam setiap kesempatan.

Aku yakin kesabaran adalah kunci keberhasilan.

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi.

Semangat akan selalu menemaniku.

Untuk masa depan yang membanggakan.

Bersama doa dan usaha, cita-citaku akan tercapai. 

 

Nehan Aryanbima Maazgatsub, kelas XI.1, kelahiran Jakarta 17 November 2009, alamat Perumahan Komplek Kodim 0506 no. 20 RT 01 RW 10 Kel. Periuk, Kec.Periuk, Kota Tangerang.


Suara Yang Tak Didengar

Prajna Paramita

 

Pagi datang, tapi tak semua memulai dengan harapan

Ramai kota sering menutupi suara yang pelan

Ada yang bekerja keras, namun tetap kekurangan

Jalan menuju keadilan masih terasa jauh di depan

Namun orang memilih diam daripada memberi perhatian

Aku hanya ingin semua diperlakukan dengan sepadan

Perut lapar tak bisa diisi dengan janji dan alasan

Angka kemiskinan bukan sekadar bahan pembicaraan

Rasa peduli perlahan hilang ditelan kepentingan

Apakah kita benar-benar melihat, atau hanya berpandangan

Mereka yang lemah juga punya impian

Indonesia akan lebih indah jika dipenuhi kepedulian

Terlalu banyak yang memilih acuh dibandingkan uluran tangan

Aku berharap perubahan bukan hanya angan

 

Prajna Paramita, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 25 Juni 2010, alamat Pondok Alam Permai, Blok M6 No. 6, RT.04/RW.08, Kota Tangerang.

 

  Suara yang Terpinggirkan

Raihan Achmad Fauzan

 

Riuh gemuruh pembangunan membelah kota

Apalah daya rakyat kecil yang tergusur paksa

Istana menjulang, menertawakan gubuk yang rata

Hukum seakan tumpul ke atas, namun tajam ke bawah nyata

Air mata kesedihan mengalir tak mengubah apa-apa

Nasib kaum papa dipinggirkan demi untung semata

 

​Anggaran negara lenyap entah ke mana

Celah korupsi ditutupi janji manis penguasa

Harta bersama dikuras habis untuk golongan mereka

Menjerit perut lapar anak-anak jalanan di sana

Apakah nurani sudah mati ditelan kasta?

Diamnya kita adalah awal dari sebuah petaka

 

​Fakta keadilan makin sulit didapatkan

Arogansi jabatan berulang kali dipertontonkan

Uang seolah menjelma jadi satu-satunya jaminan

Zaman semakin maju, namun moral justru berjatuhan

Aku tak ingin negeri ini hancur berantakan

Nyalakan terus kepedulian, demi sebuah perubahan 

Raihan Achmad Fauzan, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 26 September 2009, alamat Villa Mutiara Pluit Jl.Anyelir RT.06/RW.11 Blok B4 no 26, Kel. Periuk, Kec. Periuk, Kota Tangerang.

 

 

Merajut Asa Indonesia

Rayzha Putra Atmaja

 

Rimbun harapan tumbuh di tanah Indonesia

Aku belajar mencintai negeri dengan karya sederhana

Yakin setiap langkah kecil bisa membawa perubahan

Zaman boleh terus berganti, semangat tak boleh berhenti

Harapan bangsa ada pada generasi yang mau peduli

Aku ingin menjadi alasan Indonesia semakin maju

 

Perbedaan bukan alasan untuk terpecah

Untuk negeri ini, persatuan selalu dijaga

Tekad yang kuat mengalahkan rasa menyerah

Rasa bangga menjadi anak Indonesia selalu tumbuh

Amanah dan kerja keras menjadi bekal melangkah

 

Angin perubahan berembus dari generasi muda

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi jika terus berusaha

Melangkah bersama demi masa depan yang lebih baik

Aku percaya Indonesia akan semakin berjaya

Jangan lelah berbuat baik untuk sesama

Akhirnya, harapan itu dimulai dari diri sendiri

  

Rayzha Putra Atmaja, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 4 Januari 2010. Jln. Rambutan IV, Blok B No.15 Kutabaru Jaya Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang.

 

 

Untuk Indonesiaku

Selvia Sari Ananta

 

Selalu bangga menjadi anak Indonesia.

Eratkan persatuan meski kita berbeda.

Langkah kecil hari ini akan membawa perubahan.

Visi untuk membangun negeri harus terus dijaga.

Inginku belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depan.

Aku ingin menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa.

S emangat para pahlawan mengajarkanku arti pengorbanan.

Alam Indonesia yang indah adalah anugerah yang wajib dijaga.

Rasa cinta tanah air harus tumbuh di setiap hati.

Indonesia akan semakin maju jika kita saling menghargai.

Agar kelak dapat mengharumkan nama bangsa, aku akan terus berusaha.

Niat baik selalu dimulai dari diri sendiri.

A ku percaya generasi muda mampu membawa perubahan.

Negeri ini akan semakin kuat jika kita bersatu.

Terus berkarya dan berprestasi demi Indonesia tercinta.

Aku akan selalu mencintai dan menjaga tanah air Indonesia.

 

 Selvia Sari Ananta, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 06 Juli 2010, alamat Kp. Sangiang Lebak, RT/RW 002/001, Kel. Periuk, Kec. Periuk, Kota Tangerang.

 

 Harapan untuk Negeri

Sifa Aulia Dianti

 

Selalu ada harapan untuk Indonesia yang lebih baik.

Ingin rasanya melihat semua hidup dengan rukun.

Fokus belajar dan berbuat baik adalah langkah kecilku.

Aku percaya perubahan dimulai dari diri sendiri.

 

Ayo saling menghargai walau berbeda pendapat.

Untuk masa depan, kita harus menjaga persatuan.

Lelah bukan alasan untuk berhenti berusaha.

Indonesia akan maju jika rakyatnya peduli.

Aku bangga menjadi bagian dari negeri ini.

 

Dengan saling membantu, hidup terasa lebih ringan.

Ingatlah bahwa kejujuran lebih berharga dari segalanya.

Apa pun cita-citaku nanti, aku ingin berguna bagi bangsa.

Negeri ini adalah rumah yang harus dijaga bersama.

Terus melangkah meski jalan tidak selalu mudah.

Itulah harapanku untuk Indonesia tercinta.

 

Sifa Aulia Dianti, kelas XI.1, kelahiran Kebumen 5 Maret 2010, alamat Jln. Haji blok B, RT 02/RW 07, Lebak Wangi, Gang Indosiar, Kab. Tangerang.

 

 

 Cintaku untuk indonesia

Sulistiawati

 

Selalu bangga menjadi anak Indonesia.

Untuk negeri tercinta, kuabdikan karya dan doa.

Lestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.

Indah alam nusantara wajib kita jaga.

Semangat persatuan menjadi kekuatan bersama.

 

Tanah air adalah rumah yang harus dicintai.

Insan muda berperan membangun masa depan bangsa.

Aku berjanji menjaga kehormatan Indonesia.

 

Warisan para pahlawan akan terus kukenang.

Agar Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Tidak akan lelah mencintai negeri ini.

Indonesia tetap jaya sepanjang masa.

 

Sulistiawati, kelas XI.1, kelahiran Tangerang 5 Mei 2010,  alamat Jln. Delima V Pondok Makmur Blok D4 No.19 Kutabaru, Tangerang.

 

 

Indahnya Menjalani Hari

Tigara Nakaubi

 

Tiada hari tanpa senyumanan

Indah hari dengan candaan

Girang tawa menyelimuti hati

Atau pun suasana hidup ini

Rasa kehidupan seperti penuh makna

Apa mungkin karena canda dan tawa

 

Nuansa hati sangat warna warni

Alam semesta pun ikut merestui

Kebahagiaan yang kita bagi hari ini

Akhir pekan penuh dengan warna

Untuk selamanya di dalam jiwa

Bersama tawa yang takkan pernah sirna

Indahnya hidup terasa sempurna

 

Tigara Nakaubi, kelas XI.1, kelahiran Tangerang, 26 November 2009, alamat Villa Grand Tomang Blok C4 no. 15, Kota Tangerang.

 

 

Pesona Semesta

Winna Shatara

 

Warna langit perlahan memudar keemasan,

Indah nian pesona alam yang terhampar,

Nyanyian burung menyambut pagi nan bugar,

Nafas bumi berhembus membawa ketenangan,

Air sungai mengalir jernih tanpa beban.

 

Silir angin memeluk dedaunan hijau,

Hijau hutan membentang sejauh memandang,

Alam raya bersolek tiada tara,

Tampak gunung berdiri kokoh menjulang,

Awan putih berarak di langit cerah,

Rasa syukur tumbuh dalam dada,

Anugerah megah sang Pencipta semesta.

 


Winna Shatara, kelas XI.1 kelahiran Pekalongan, 10 Januari 2010, alamat Jln. Vila Regency 2 Blok FE 07 No. 11 Kota Tangerang.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Catatan Perjalanan] Takziah

[Diari] Teman Minta Tf

[Otobiografi Usman] Tentang Julia